Kendari Lokal

Kendari Lokal Menyediakan Berita Update dan Terbaru di Wilayah Sulawesi Tenggara

16/05/2026

KOLAKA – Bumi Anoa kembali menjadi pelabuhan bagi puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. Kali ini, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menjadi saksi kedatangan para pekerja asing yang siap mengadu nasib di raksasa pertambangan, PT IPIP Pomalaa.

‎Sebuah video yang diunggah oleh akun bernama Fakri mendadak viral setelah merekam momen puluhan TKA berbondong-bondong menjinjing koper mereka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka baru saja mendarat di Bandara Tanggetada dan langsung dimobilisasi menuju area perusahaan.

‎Namun, di balik derap langkah koper para pekerja asing tersebut, ada suara getir dari warga lokal yang merasa tersisih. Dalam video yang diterima , seorang pria dengan lantang menyuarakan isi hatinya kepada para pemangku kebijakan.

‎"Tiap hari masuk China ini dari Bandara Tanggetada, pak Ketua, pak Wakil. Tiap hari China datang dia kerja di IPIP, sementara kita ini orang lokal dikasih menunggu," cetusnya.

‎Bagi masyarakat setempat, pemandangan ini bak ironi yang menyakitkan. Di saat kekayaan alam daerah dikeruk, warga lokal justru harus menjadi penonton di rumah sendiri.

‎"Tiap hari ini orang China datang, baru kita orang lokal tidak dikasih kerja," tambah pria tersebut, menutup rekaman dengan nada penuh tanda tanya tentang masa depan tenaga kerja lokal di Kolaka.



09/05/2026

KENDARI – Gelaran internasional United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) 2026 yang berlangsung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, semestinya menjadi panggung kebanggaan bagi masyarakat lokal.

‎Namun, suasana berbeda justru terlihat saat pelaksanaan Gala Dinner dan Resepsi Budaya di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Papalimba Puday, Jumat (8/5/2026) malam.

‎Acara yang sejak awal dipromosikan dengan semangat “Pesta Rakyat” itu menuai sorotan setelah masyarakat umum dilarang memasuki area kegiatan. Puluhan warga yang memadati kawasan Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, hanya bisa menyaksikan jalannya acara dari luar pagar pembatas yang dijaga ketat petugas keamanan.

‎Kekecewaan warga pun tak terbendung. Dalam video yang diterima redaksi, terdengar sejumlah warga melontarkan protes lantang karena merasa tersisih dari kegiatan yang digelar di ruang publik milik masyarakat.

‎ “Pesta rakyat, tapi rakyat tidak boleh masuk. Bagaimana ini?” teriak salah seorang warga.

‎Bagi masyarakat, kekecewaan itu muncul bukan tanpa alasan. Narasi “Pesta Rakyat” yang terus digaungkan selama rangkaian UCLG ASPAC 2026 menimbulkan harapan bahwa seluruh warga dapat ikut menikmati kemeriahan agenda internasional tersebut. Terlebih, lokasi acara berada di fasilitas publik yang selama ini menjadi ruang aktivitas masyarakat.

‎Namun realitas di lapangan justru berbanding terbalik. Pembatasan akses yang ketat dinilai menjadi ironi di tengah semangat inklusivitas yang seharusnya ditampilkan Kota Kendari di hadapan tamu mancanegara.

‎Sorotan pun mulai mengarah kepada Pemerintah Kota Kendari di bawah kepemimpinan Wali Kota Siska Karina Imran. Sejumlah warga menilai pemerintah kurang sensitif dalam mengelola kegiatan yang menggunakan ruang publik, sehingga menimbulkan kesan eksklusif dan menjauhkan masyarakat dari peran sebagai tuan rumah.

‎Alih-alih memperlihatkan wajah kota yang terbuka dan ramah terhadap warganya sendiri, kebijakan pembatasan itu justru dianggap menciptakan jarak antara pemerintah dan masyarakat.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak panitia maupun Pemerintah Kota Kendari terkait alasan pembatasan akses dalam acara tersebut. Padahal, lokasi kegiatan merupakan fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran negara.

‎Warga berharap agenda internasional serupa ke depan benar-benar mengedepankan semangat kebersamaan sebagaimana tema yang diusung. Mereka menilai, pesta rakyat seharusnya menjadi ruang yang dapat dinikmati rakyat, bukan sekadar kemegahan acara yang hanya terlihat dari balik pagar pembatas.






16/04/2026

MUNA – Suasana pilu menyelimuti sebuah rumah di Desa Ghonsume, Kecamatan Duruka. Seorang remaja putri bernama Kirana Indra Aini (16) dilaporkan hilang tanpa jejak sejak Senin malam (13/4/2026). Pihak keluarga yang cemas kini menggantungkan harapan pada bantuan kepolisian dan masyarakat luas.

‎Kirana terakhir kali terlihat meninggalkan kediamannya sekitar pukul 20.00 WITA. Karena tak kunjung kembali dan kehilangan kontak, ibu korban yang berinisial WM akhirnya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Muna pada Kamis (16/4/2026) untuk membuat laporan resmi.

‎Humas Polres Muna, Iptu Muhammad Jufri, mengonfirmasi bahwa pihak berwajib telah menerima laporan tersebut dan langsung bergerak cepat.

‎“Benar, telah ada laporan orang hilang. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan serta upaya pencarian intensif terhadap yang bersangkutan,” tegas Iptu Jufri saat memberikan keterangan kepada media.

‎Bagi masyarakat yang mungkin berpapasan atau melihat seseorang dengan profil serupa, berikut adalah ciri-ciri fisik Kirana Indra Aini:

‎Tinggi Badan: Sekitar 150 cm.

‎Rambut: Hitam lurus sebahu.

‎Mata: Bulat.

‎Warna Kulit: Sawo matang.

‎Status: Pelajar SMA (Lahir di Kendari, 19 Juni 2009).

‎Mohon Bantuan Masyarakat
‎Pihak keluarga sangat berharap kiranya masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya di wilayah Kabupaten Muna, dapat membantu memberikan informasi sekecil apa pun.

‎"Jika ada yang melihat atau menemukan, mohon segera menghubungi kami atau pihak kepolisian terdekat," ungkap perwakilan keluarga dengan penuh harap.

‎Hubungi Kontak Berikut:
‎Jika Anda memiliki informasi mengenai keberadaan Kirana, silakan hubungi:

‎WhatsApp/Telepon: 0819-3710-0816 (a.n. Wa Ode Marni)

‎Kantor Polisi: Melapor langsung ke Polres Muna atau polsek terdekat.

‎Mari kita bantu bagikan informasi ini agar Kirana dapat segera kembali berkumpul bersama keluarganya.






08/03/2026

Kendari – Memasuki pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan membagikan 600 paket sembako dalam suasana silaturahmi yang hangat di Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

‎Dipimpin langsung oleh Ketua DPD I Golkar Sultra, La Ode Darwin, kegiatan ini berlangsung penuh semangat dan keakraban. Ratusan warga yang hadir tidak hanya mendapatkan bantuan sembako, tetapi juga memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog langsung dengan para petinggi partai, memperkuat silaturahmi dan kepercayaan masyarakat.

‎Dalam sambutannya, Darwin menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian tulus terhadap masyarakat yang sedang mengalami tekanan ekonomi, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diwarnai kenaikan harga bahan pokok.

‎ Ia menegaskan bahwa Partai Golkar berkomitmen hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat musim pemilu, tetapi setiap saat.

‎"Partai Golkar ingin selalu dekat dan hadir bersama masyarakat dalam berbagai momentum. Kami ingin menghapus stigma bahwa kami hanya muncul saat ada hajatan politik saja," tegas Darwin.

‎Tak hanya berhenti di Kendari, Darwin mengungkapkan bahwa kegiatan "safari berbagi" ini akan menyusuri wilayah lain di Sultra.

‎Target berikutnya adalah Kabupaten Muna Barat dan Muna, serta kota-kota pesisir lainnya, demi menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

‎Ketua DPD II Golkar Kendari, La Ode Inarto, menambahkan bahwa kekompakan pengurus dalam kegiatan sosial ini menjadi kunci utama dalam mempererat silaturahmi dengan masyarakat akar rumput. Ia berharap, aksi ini dapat menginspirasi pihak lain untuk turut bergerak dan berbagi di bulan penuh berkah ini.

‎Bagi Darwin, bantuan sembako dan santunan ini diharapkan mampu memberikan napas lega bagi warga yang menghadapi lonjakan kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri. Ia pun mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian sosial dan menyebarkan kebaikan.

‎"Semoga kegiatan ini menjadi contoh positif dan memotivasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap sesama. Mari kita jalani Ramadan dengan penuh kasih dan kebersamaan," pungkas Darwin.

‎Aksi kemanusiaan Golkar Sultra ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi dan peduli bisa memperkuat ikatan sosial di tengah tantangan ekonomi dan momentum Ramadan yang penuh berkah.










08/03/2026

Kejadian pencurian kotak amal kembali mengguncang warga Kabupaten Konawe Kepulauan. Kali ini, aksi nekat tersebut menimpa Masjid Jabal Nur di Desa Lamoluo, Kecamatan Wawonii Barat, yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal pada malam hari.

‎Peristiwa ini terungkap setelah kotak amal yang sebelumnya berada di dalam masjid ditemukan dalam kondisi hancur di area perkebunan warga, sekitar 100 meter dari lokasi masjid.

‎Berdasarkan video berdurasi 28 detik yang diterima redaksi, terlihat jelas bahwa kotak amal berbahan kaca tersebut telah pecah, diduga dirusak pelaku untuk mengambil uang di dalamnya.

‎Seorang warga yang merekam video tersebut menyebutkan,

‎ “Ini kotak amal Masjid Jabal Nur di Desa Lamoluo dicuri tadi malam. Ditemukan di kebun jambu, sekitar 100 meter dari lokasi masjid. Tinggal uang logam, yang lain sudah habis.”

‎Diduga, pelaku membawa kotak amal ke kebun untuk memecahnya agar tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar. Setelah berhasil mengambil uang dari dalamnya, pelaku kemudian meninggalkan kotak amal tersebut di tempat kejadian.

‎Kejadian ini menuai kecaman dari warga setempat yang merasa dirugikan, karena kotak amal tersebut berisi sumbangan masyarakat untuk keperluan masjid.

‎Warga berharap agar kasus ini segera diusut tuntas dan pelaku pencurian dapat ditangkap agar tidak terulang kembali.






24/02/2026

MUNA – Proyek ambisius pembangunan Stadion Sepak Bola Raha (Stadion Motewe) yang digadang-gadang menjadi kebanggaan warga Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, berakhir tragis di tangan hukum. Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna resmi menetapkan lima tersangka dalam pusaran korupsi yang mengakibatkan kerugian negara fantastis mencapai Rp15,22 miliar.

‎Langkah tegas ini diumumkan pada Selasa (24/2/2026) setelah penyidik mengantongi bukti kuat terkait penyimpangan proyek tahun anggaran 2022 dan 2023 tersebut.

‎Hantaman hukum ini menyasar langsung ke jantung birokrasi Muna. Tiga dari lima tersangka merupakan sosok yang pernah menduduki kursi nomor satu di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Muna secara bergantian. Mereka adalah ‎H: Kadispora 2019–2022 (Kini Kepala Dinas Dalduk & KB).
‎‎RR : Kadispora 2022–2023 (Kini Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan).
‎‎R : Kadispora 2023 (Kini menjabat Kadispora Muna).

‎Tak hanya dari unsur Pemerintah Daerah, pihak swasta juga ikut dijatuhkan status tersangka, yakni MM (Direktur PT LBS) dan N (Direktur PT SBG) selaku kontraktor pelaksana. Dari lima tersangka, empat orang langsung dijebloskan ke Rutan Kelas II B Raha, sementara tersangka N tidak ditahan karena sedang menjalani masa tahanan dalam kasus lain di Polda Sultra.


‎Penyidikan mengungkap bahwa proyek yang didanai dari Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan DAU ini sudah "sakit" sejak dalam kandungan.

‎Pada Tahap I (2022) senilai Rp16,8 miliar, proyek dikerjakan secara ugal-ugalan tanpa studi kelayakan dan analisis struktur yang sah. Mirisnya, penyidik menemukan adanya penggunaan tenaga ahli fiktif dan keterlibatan pihak tidak kompeten dalam perencanaan.

‎Kekacauan berlanjut pada Tahap II (2023) senilai Rp18,2 miliar. Meski dokumen rancangan teknis (Detailed Engineering Design) belum sah, anggaran jumbo tetap dikucurkan.

‎“Hasil pemeriksaan ahli menyimpulkan adanya kegagalan bangunan. Ini terbukti di lapangan saat bagian kantilever stadion ambruk pada Agustus 2024 lalu. Bangunan dinyatakan tidak aman, tidak andal, dan tidak layak digunakan,” tegas Kasi Intelijen Kejari Muna, Hamrullah.

‎Kerugian Negara dan Ancaman Penjara
‎Berdasarkan audit Inspektorat Provinsi Sultra yang baru dirilis 23 Februari 2026, total kerugian negara dibedah menjadi dua bagian:

‎Tahap I (2022): Rp13,36 Miliar.

‎Tahap II (2023): Rp1,86 Miliar.
‎Total Kerugian: Rp15,22 Miliar.

‎Kini, para pejabat dan kontraktor tersebut harus bersiap menghadapi meja hijau. Mereka dijerat dengan Pasal 603 UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP baru) serta UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

‎Kejaksaan menegaskan bahwa skandal ini bukan sekadar kelalaian, melainkan hasil kontribusi kolektif dari lemahnya pengawasan hingga pengabaian prinsip dasar engineering demi keuntungan pribadi.








23/02/2026

KENDARI – Kawasan Batbat yang biasanya menjadi tempat santai warga di Jalan Masjid Al Alam, Kota Kendari, mendadak tegang pada Minggu (22/2/2026) malam. Tim Patroli Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sultra berhasil meringkus dua remaja pria yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) di area tersebut.

‎Kedua remaja tersebut, AL (17) dan AR (18), tak berkutik saat petugas melakukan penggeledahan sekitar pukul 23.00 WITA. Dari tangan mereka, polisi menyita barang bukti berupa satu bilah badik lengkap dengan sarungnya serta sebuah pisau dapur.

‎Penangkapan ini bukan tanpa alasan. Dantim Patroli Perintis Presisi, Bripka Boy Sagita, mengungkapkan bahwa patroli tersebut merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang merasa tidak nyaman saat berkunjung ke Batbat.

‎"Kami menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya tindakan kriminal seperti pengancaman dan pungutan liar di area ini," ujar Boy saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

‎Apalagi, patroli rutin ini kian intensif dilakukan guna menjaga kekhusyukan dan keamanan masyarakat (Kamtibmas) selama bulan suci Ramadan.

‎Saat diinterogasi di lokasi, salah satu remaja berinisial AR mengaku nekat menyelipkan badik di pinggangnya hanya untuk perlindungan diri. Ia berdalih merasa terancam karena pernah menjadi korban pengeroyokan sebelumnya.

‎"Pengakuannya untuk jaga-jaga. Dia takut kalau orang yang pernah mengeroyoknya dulu datang lagi melakukan hal serupa," tambah Bripka Boy.

‎Meski alasannya untuk membela diri, membawa senjata tajam di tempat umum tanpa izin tetap merupakan pelanggaran hukum.

‎Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AL dan AR beserta barang bukti langsung digiring ke Polsek Poasia guna pemeriksaan lebih lanjut.







23/02/2026

Apa jadinya jika tidak ada hujan, tapi rumah tiba-tiba terendam banjir setinggi satu meter? Itulah kenyataan pahit sekaligus membingungkan yang dialami warga Tunggala Dalam, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (24/02) dini hari tadi.

‎Kepanikan pecah saat air mulai menggenangi kawasan tersebut sekitar pukul 02.00 WITA. Padahal, sejak malam hari kondisi cuaca di wilayah Kendari terpantau cerah tanpa tanda-tanda badai.

‎"Kami langsung bergegas menyelamatkan barang berharga. Air naik sangat cepat padahal langit cerah," tambah Januar.

‎Warga kini waspada mengantisipasi adanya air susulan, sembari menunggu kejelasan dari pihak berwenang mengenai asal-muasal banjir.





22/02/2026

KONAWE – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Poros Kendari–Konut, tepatnya di Kelurahan Besu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) Minggu (22/2/2026) sekira pukul 10.00 WITA.

‎Dimana, mobil pick up Daihatsu bernomor polisi DD 8994 SK tersebut dikemudikan oleh Nahruddin (50), namuan terperosok ke parit setelah diduga mundur sendiri saat berhenti di jalan menanjak.

‎Menurut, Kasat Lantas Polres Konawe IPTU Chaidir Akbar melalui Kanit Gakkum Ipda Syahrir mengatakan kejadian itu menyebabkan satu penumpang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

‎"Saat kejadian, mobil mengangkut lima orang penumpang dan bergerak dari arah Kendari menuju Konawe Utara. Saat melintas di jalan lurus dan menanjak, kendaraan tiba-tiba berhenti. Pengemudi turun dari mobil, namun secara tiba-tiba kendaraan tersebut mundur sendiri. Tiga penumpang panik dan melompat dari mobil, sementara dua lainnya tetap berada di atas kendaraan hingga akhirnya mobil terperosok ke parit di sisi kanan jalan," katanya, Senin (23/02/2026).

‎Akibat kejadian itu, seorang penumpang bernama N. Suriani (55), dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Puuwatu. Korban dilaporkan mengalami pendarahan dari hidung sebelum mengembuskan napas terakhir.

‎"Sementara itu, dua penumpang lainnya, yakni N. Lina (46) mengalami luka robek dan patah pada kaki kanan, serta Atik (46) mengalami luka lecet di dagu dan keluhan sakit kepala. Keduanya dirujuk ke RS Bahteramas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," ujarnya

‎Sedangkan dua penumpang lainnya dilaporkan tidak mengalami luka serius. Pengemudi sendiri selamat tanpa mengalami cedera.

‎“Kerugian material akibat kejadian ini ditaksir sekitar Rp3 juta,” jelasnya.

‎Pihak kepolisian juga berencana menggelar perkara untuk memastikan status hukum peristiwa tersebut, apakah murni kecelakaan lalu lintas atau terdapat unsur tindak pidana.





15/01/2026

‎Aksi penangkapan ikan menggunakan bahan peledak kembali terjadi di perairan Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara. Seorang nelayan berinisial LN terpaksa berurusan dengan aparat setelah tertangkap tangan menyimpan bom ikan saat patroli pengawasan, Rabu (14/1/2026).

‎Penindakan tersebut dilakukan saat patroli pengawasan perikanan berbasis masyarakat di perairan Watorumbe, Kecamatan Mawasangka Tengah. Patroli melibatkan Kelompok Pengawas Masyarakat (PAAP) Mawasangka Tengah, penyuluh perikanan, serta Babinsa desa setempat.

‎Kecurigaan petugas bermula ketika sebuah kapal nelayan terlihat beroperasi secara tidak wajar di lokasi patroli. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, petugas menemukan sejumlah benda mencurigakan yang disimpan di atas kapal.

‎Babinsa setempat, Pelda Firman, kemudian melakukan pengecekan lanjutan dengan memastikan kondisi aman. Hasilnya, ditemukan 10 botol berisi bahan peledak yang diduga kuat digunakan sebagai bom ikan. Barang bukti tersebut terdiri dari empat botol berukuran besar dan enam botol berukuran kecil.

‎“Barang bukti bom ikan sudah kami amankan dan langsung diserahkan ke pihak kepolisian,” ujar Penyuluh Perikanan Buton Tengah, Yudha, saat dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).

‎Yudha menegaskan, praktik penangkapan ikan dengan bahan peledak tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak ekosistem laut dan membahayakan keselamatan nelayan lain. Oleh karena itu, pengawasan di wilayah perairan rawan akan terus diperketat melalui patroli rutin.

‎Sementara itu, nelayan yang diduga terlibat telah dilaporkan ke Polsek Mawasangka Tengah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

‎“Nelayannya sudah kami laporkan ke Polsek Mawasangka,” tutupnya.







25/12/2025

Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Kendari mencatat 1.118 perkara perceraian sepanjang tahun 2025 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

‎Angka tersebut setara dengan rata-rata 90 hingga 100 pasangan bercerai setiap bulan.

‎Kenaikan ini mulai terlihat sejak tahun 2024, di mana PA Kendari menangani sekitar 1.062 perkara perceraian.

‎Wakil Ketua PA Kelas IA Kendari, La Ode Mustafa, menyebut angka tersebut sebagai sinyal kuat bahwa ketahanan keluarga di Kota Kendari perlu mendapat perhatian lebih serius.

‎“Angka perceraian tahun 2025 lebih tinggi dari sebelumnya. Ini sinyal kuat bahwa ketahanan keluarga di Kendari butuh perhatian serius,” katanya, Rabu (24/12/2024).

‎La Ode Mustafa menjelaskan bahwa tingginya perceraian membawa dampak sosial, terutama terhadap anak-anak.

‎Menurutnya, banyak anak menjadi terlantar karena kurangnya pengasuhan setelah orang tua berpisah.

‎“Stabilitas sosial bisa terganggu. Anak tanpa figur pendamping rentan terjerumus masalah dan memicu gangguan Kamtibmas,” jelasnya.

‎Meski angka perceraian meningkat, PA Kendari menegaskan tetap mengutamakan proses mediasisebelum menjatuhkan putusan cerai.

‎“Kami pasif menerima perkara, tapi aktif melakukan mediasi. Setiap celah perdamaian selalu kami upayakan semaksimal mungkin,” ujarnya.

‎Ia juga berharap Pemerintah Kota Kendari lebih terlibat dalam program pembinaan keluarga sejak dini untuk menekan angka perceraian di masa mendatang.

Sumber: FaktaIndonesia.net








Address

Kendari

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kendari Lokal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category