04/12/2025
Saudaraku sekalian, izinkan saya,
Kyai Yusuf Barkah, menyampaikan sedikit penjelasan tentang amalan pesugihan uang gaib yang insyaAllah amanah, tanpa tumbal, tanpa resiko, dan sepenuhnya berserah diri kepada Allah Ta’ala.
Banyak yang bertanya, “Mengapa harus ada mahar? Bukankah Allah Maha Memberi rezeki tanpa syarat?” Benar, Allah Maha Memberi. Tetapi dalam setiap amal, selalu ada bentuk pengorbanan yang menunjukkan kesungguhan kita.
Coba kita renungkan:
Saat kita ingin mendapatkan ilmu, kita perlu berkorban waktu, tenaga, bahkan harta untuk membeli buku atau mencari guru.
Saat kita ingin membangun rumah, kita harus mengeluarkan biaya untuk membeli bahan bangunan.
Bahkan untuk sekadar menyalakan lampu, kita perlu membayar listrik lebih dulu.
Begitu p**a dengan amalan ini. Mahar bukanlah tumbal, bukan p**a jalan kesesatan. Mahar adalah pintu kesungguhan. Ia menjadi tanda bahwa seseorang benar-benar serius, bukan main-main, dan siap menerima amanah rezeki yang besar.
Ingatlah, saudaraku, sesuatu yang datang tanpa pengorbanan sering kali tidak dihargai. Tetapi bila ada usaha, ada pengorbanan, maka nikmat itu lebih terasa dan lebih dijaga. Mahar ini adalah wujud ikhtiar lahiriah yang berjalan seiring dengan ikhtiar batiniah kita: doa, dzikir, dan tawakal kepada Allah SWT.
Bayangkan seperti seorang petani yang ingin panen. Ia tidak bisa hanya berdoa sambil duduk di rumah, melainkan ia harus mengeluarkan benih, pupuk, tenaga, dan waktu. Dan ketika saat panen tiba, hasilnya berkali-kali lipat dari apa yang ia keluarkan. Demikianlah ibarat mahar ini—sebuah benih yang ditanam agar tumbuh menjadi pohon rezeki yang berbuah lebat.
Maka jangan pernah memandang mahar sebagai beban, melainkan sebagai jalan pembuka pintu rezeki yang Allah rahmati. Semoga dengan adanya mahar ini, Allah mudahkan segala urusan kita, lapangkan jalan rezeki kita, dan jadikan kehidupan kita penuh keberkahan, dunia dan akhirat.