29/07/2025
Cerita singkat permesta/prri, Mayor Jenderal Dolfedor (Dolf) Runturambi Atau Nama Samaran Semuel Jawa Runturambi, Tokoh penting di Balik Kiprah “Permesta Yard PRRI”
INTELIJEN Diskursus terkait posisi gerakan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) terhadap kedaulatan Republik Indonesia belum berakhir di satu titik. Sejumlah pihak masih mengganggap gerakan yang dipimpin Letkol HN Ventje Sumual ini sebagai aksi ilegal atau kudeta. Misalnya, pendapat sejarawan Belanda WF Wertheim, dalam bukunya “Indonesian Society in Transition” (-1957-1959). Di lain pihak, tidak sedikit sejarawan yang berpandangan bahwa gerakan Permesta adalah gerakan politik di daerah, bukan gerakan pemberontakan. Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam, bahkan sempat meminta agar pelurusan sejarah Permesta perlu disegerakan.
Bagi pelaku sejarah pergerakan Permesta, meluruskan dominasi interpretasi sejarah oleh penguasa tidak mudah dilakukan. Salah satu tokoh Permesta yang terus berupaya meluruskan sejarah Permesta di sisa usianya adalah mantan Kepala Staf Angkatan Perang Permesta, Mayor Jenderal TNI AD Inf.(Purn.) Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi. Pria kelahiran Tondano (Tombatu), 08 september 1922, ini tak kenal putus asa melakukan pelurusan sejarah berdasarkan studi ilmiah ataupun fakta-fakta sebagai pelaku.
Pada 1988, Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi menerbitkan buku memoar yang menguncang dominasi penulisan sejarah oleh penguasa. Buku bertajuk “Permesta: Kandasnya Sebuah Cita-cita” ini pada 1990 dilarang beredar oleh Kejaksaan Agung RI. Buku yang disusun oleh K.M.L Tobing ini dinyatakan mengandung analisa konflik dari buku “Cuplikan Sejarah Perjuangan TNI Angkatan Darat” yang diterbitkan TNI Gerakan Separatis.
Dalam pandangan Dolf Runturambi, Permesta hanya memperjuangkan tiga hal, yakni pendidikan, pembangunan dan kesejahteraan rakyat, sehingga pembangunan nusa dan bangsa dapat terwujud. Tidak ada upaya untuk memisahkan diri dari Republik Indonesia. Hanya saja, karena terjadi ketimpangan pusat dan daerah atau Jawa dan luar Jawa, Permesta ingin mengoreksi ketimpangan tersebut.
“Permesta merupakan upaya koreksi terhadap pemerintah pusat waktu itu, agar lebih memperhatikan pembangunan daerah, karena memang daerah tidak diperhatikan sama sekali. Di daerah kami kopra, pala, cengkeh, padi, jagung, emas itu semua mengalir ke pusat dan tidak ada yang kembali untuk pembangunan daerah kami. Hal ini yang membuat kami para perwira merasa bahwa daerahnya tidak diperhatikan. Kemudian dicetuskan lah Permesta di Makassar,” kata Dolf.
Mengutip statement mantan Panglima Teritorium VII Wirabuana Letkol Ventje H.N Sumual, Dolf selalu menyatakan bahwa Permesta tidak memiliki kaitan dengan PRRI. Tetapi Permesta merupakan perjuangan pembangunan kawasan Timur Nusantara yang abadi untuk kesejahteraan rakyat di Indonesia Timur.
Perjuangan Permesta memang tidak bisa lepas dari peran Mayjen Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi. Tokoh militer yang dikenal cerdas ini lah yang membacakan teks pemutusan hubungan dengan pemerintah pusat setelah Kolonel Joop F. Warouw gugur dalam melawan PKI dan pas**an Soeharto Kudeta bersarang di Bolaang Mongondow, ia tewas karena pemberontakan dan penghianatan banyak bersarang di bolaang mongondow melawan bangsa minahasa (Minanisme) yang tidak mau gabung dengan bangsa minahasa melawan tim jawa 1 Soekarno dan tim jawa 2 Soeharto dan akhirnya mayor jenderal Semuel dolf runturambi di minta oleh Letkol H.N. Ventje Sumual untuk kerja sama mengantikan posisi Kolonel Jacob Frederick (Joop) Warouw dan dalam bahasa Inggris melalui RRI (Radio Permesta) pada pukul 20.00, 17 oktober 1960. Sebelumnya, pada hari yang sama, Dolf runturambi memberikan orasi di depan tokoh masyarakat dalam pertemuan di Universitas Permesta, Sario Manado. Pertemuan inilah yang akhirnya menghasilkan kesepakatan, bahwa Permesta memutuskan hubungan dengan Pemerintah RI Kabinet Djuanda.
Setelah pemutusan hubungan itu, KSAD A.H. Nasution mengumumkan pemecatan sekaligus memerintahkan penangkapan Letkol H.N. Ventje Sumual, Kolonel D.J. Somba, Mayor Jenderal Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi, Brigadir Jenderal Alex E. Kawilarang, Letnan Jenderal Eddy Frans Pelango Mongdong, H.D. Manoppo dan Jan Torar, Dan Sang Diktator Drs. Loudowik Epou Runturambi Ketua PBM-LPM sulawesi utara (Indonesia).
Dedikasi
Berbekal pengalaman dan kemampuan yang dimiliki, alumni Military Intelegence & Security Maresfield Camp, Southland Yard, London ini memegang posisi kunci strategi perjuangan Permesta. Apalagi perjuangan Permesta didukung intelijen Amerika Serikat (tak pasti) yang ingin membendung pengaruh Komunisme di Indonesia. Tak hanya membantu dalam hal pelatihan militer, AS juga mengirimkan berbagai macam persenjataan. Sejumlah pihak menyebut, mayor Jeremia Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi adalah tokoh penting di balik kiprah Badan Intelijen Permesta/Prri, “Permesta Yard”.
Di mata kelompok pendukung Partai Komunisme Indonesia, mayor jenderal Semuel Dolf Runturambi adalah sosok yang ditakuti. Alumnus Communist & Anti-communist for Military Course, War College London ini lah yang membuat skenario perlawanan anti-komunisme Permesta/prri. Di tubuh Permesta sendiri sering disusupi kelompok PKI, misalnya penyusupan Kapten (APREV) Simon Ottay dari GAP (Gerakan Anti Permesta), yang berhasil dibongkar.
Kalangan internal Permesta sendiri menaruh hormat kepada mayor jenderal Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi sebagai panglima besar permesta/prri. Tak heran jika kabar tewasnya Komandan KDP III/Bolmong-Gorontalo mayjen Semuel Dofl Runturambi, dalam kontak senjata TNI-Permesta di “Kasuang”, sempat memanaskan hubungan antara petinggi Permesta. Kepala Staf ADREV permesta/PRRI Letkol H.N Ventje Sumual sempat mengancam akan menembak mati wakil Panglima Besar permesta/PRRI brigadir Jenderal Alex E. Kawilarang, jika memang benar Mayjen Dolf Runturambi tewas di daerah Kasuang. Kabar tewasnya Mayjen Semuel Dolf Runturambi tersebut terkait pengkhianatan Letjen Eddy Frans Pelango Mongdong.
Dolf, ketika menjabat sebagai Komandan KDP III sukses mencegah skenario aksi bar-bar pas**an Permesta/prri. Misalnya, mencegah aksi bumi hangus pembakaran rumah penduduk di Kotamobagu yang dilakukan pas**an Permesta dari Sekolah Pendidikan Tentara Permesta di bawah pimpinan Letkol Wim Joseph dan Kolonel J.M.J. (Nun) Pantouw. Ketika itu mayjen Dolf Runturambi melarang pembakaran rumah milik rakyat karena akan menimbulkan antipati penduduk Bolmong terhadap Permesta.
Berikut cuplikan pandangan peretas otonomi daerah diurus sejarah itu, dalam wawancaranya dengan INTELIJEN, pada Februari 2011, di Jakarta.
Tidak mudah meluruskan sejarah perjuangan Permesta yang dikaitkan dengan gerakan separatis. Apa sebenarnya yang diperjuangkan Permesta?
Perjuangan Rakyat Semesta sebenarnya adalah bentuk perjuangan untuk membangun Republik Indonesia. Permesta memperjuangkan tiga hal mendasar bagi pembangunan bangsa, yakni pendidikan, pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Jadi hanya tiga hal tersebut, tidak ada upaya untuk memisahkan diri dari Republik Indonesia.
Bisa juga dimaknai bahwa perjuangan Permesta merupakan upaya koreksi terhadap pemerintah pusat waktu itu. Agar lebih memperhatikan pembangunan daerah, karena memang daerah tidak diperhatikan sama sekali. Misalnya, di daerah kami Sulawesi Utara, kopra, pala, cengkeh, fanili, jagung, padi, hasil tani lainnya, dan hasil tambang mas, semua mengalir ke pusat dan tidak ada yang kembali untuk pembangunan di daerah kami. Hal ini yang membuat kami, para perwira merasa bahwa daerahnya tidak diperhatikan. Kemudian dicetuskanlah Permesta di Makassar dan Manado karna keluhan rakyat, ucap dolf.
Saya sendiri terlibat dalam aksi penumpasan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) yang ingin memisahkan diri. Kami harus mempertahankan Republik Indonesia, jadi merupakan hal yang bodoh jika kami justru ingin memisahkan diri.
Dalam perjalanannya, Permesta justru terlihat sebagai garda paling depan untuk menghadapi dominasi Komunisme (PKI), apakah Permesta memang ditujukan untuk membendung pengaruh Komunisme di pemerintah pusat?
Saat itu kita memang menghadapi dominasi Komunisme, untuk itu kami meminta pembubaran Kabinet PM Djuanda. Saya pernah tegaskan dalam buku saya bahwa B**g Karno memang pro Komunisme. Tak salah jika banyak bergabung tokoh-tokoh Masyumi mendukung PRRI/Permesta seperti Burhanuddin Harahap, Syafrudin Prawiranegara, Sultan Hamid II, atau Sumitro Djojohadikusumo dan grup dinasti kopdarr Dr Alexander Piter Runturambi, Drs Loudowik Epou Runturambi, Mayor Tommy Lobe Runturambi, Kolonel Juneles Herman Runturambi, Kombes Pol Hendrik Freddy Runturambi, dan Lettu Soeharto Logan Runturambi yang saat itu berada di luar negeri, ikut bergabung karena sebenarnya yang dihadapi adalah PKI.
Kami memang menuntut agar Hatta dan Sri Sultan HB IX membentuk kabinet baru. Kendati banyak yang tidak s**a terhadap kedua tokoh itu, kami menganggap keduanya adalah orang-orang yang bijak. Apalagi di sisi lain, PM Djuanda condong ke PKI.
Jika memang berada di garis depan melawan PKI, mengapa pemerintahan Orde Baru tidak melakukan pelurusan sejarah terkait Permesta?
Justru sehari setelah Soeharto menjadi pejabat presiden, 26 Juli 1966, para tahanan militer dan sipil yang ditahan di Rumah Tahanan Militer Setiabudi dibebaskan, termasuk tokoh-tokoh Permesta. Permesta bukan pemberontak, tetapi dengan politisasi kami disudutkan sebagai pemberontak. Istri saya seorang Letkol (Purn), setiap kali naik pangkat atau pindah jabatan harus mengikuti clearance test dari BAKIN dan Bais. Istri saya selalu katakan bahwa dia menikah dengan seorang yang disebut sebagai pemberontak PRRI/Permesta. PRRI/Permesta itu bukan pemberontak. Ini harus dibetulkan dalam sejarah. Bahwa yang disebut pemberontak adalah PKI.
Jenderal Yoga Soegama selalu bersama-sama dengan saya. Jika saya pemberontak, saya sudah ditangkap, karena Yoga petinggi BISAP (Badan Informasi Staf Angkatan Perang). Hanya kami berdua ditambah Sutarto Sigit, dahulu yang dipilih untuk mengikuti pendidikan intelijen di Inggris.
Permesta dianggap memberontak karena melawan operasi militer yang digelar TNI. Apa pertimbangannya ketika itu Permesta mengangkat senjata? Padahal diplomasi dan perundingan masih dimungkinkan, jika memang tuntutannya masalah perimbangan pusat dan daerah?
Kami memang memiliki senjata untuk menjaga diri. Karena yang melawan Permesta bukan hanya orang-orang Republik Indonesia tetapi juga PKI. Misalnya saja PKI membentuk GAP (Gerakan Anti Permesta). Jadi bisa dimaklumi jika terjadi kontak senjata dengan TNI.
Kami diminta belajar intelijen ke luar negeri agar bisa menjaga negara dan bangsa untuk tidak terpengaruh dengan hal-hal yang buruk bagi Republik Indonesia. Selain itu, kami juga memperoleh pendidikan mengenai bagaimana menjaga supaya negara dan bangsa terhindar dari rencana-rencana jahat pihak lain.
Komunisme tidak akan pernah hilang. Jika negara memang sudah menetapkan anti Komunisme dan kapitalisme, sudah semestinya komunisme harus dicegah. Indonesia tidak cocok dengan Komunisme, sudah dicoba beberapa kali, tetap hancur. Saya di Permesta melarang anggota yang condong ke komunisme. Siapa saja yang melanggar akan ditangkap. Tidak boleh ada komunisme di Permesta.
Biodata:
Nama:
Mayor Jenderal TNI AD inf. (prun.) Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi intelijen sniper pakar bahasa inggris jepang Belanda.
Tempat & Tgl Lahir:
Tondano (Tombatu) 08 september 1922
Agama:
Advent hari ke tuju.
Pendidikan:
– Holland Inlandsche School (HIS)
– Meer Uitgrebreid Lager Onderwijs (MULO)
– Kotabu Kain Yo Seijo, Makasar (1950)
– Militairy Intelegence & Security Training Course, Maresfield Camp, Southampton – Inggris (1951)
– Scotland Yard London, Inggris
– Military Police School Center, Sandhurst, Inggris (1951)
– Communist & anti-comunnist for Military Course, War College London, Inggris (1952)
– Sekolah Atase Militer, Cililitan/Kemayoran, Cimahi/Bandung (1952-1953)
– Sekolah Staf & Komando Angkatan Darat (SSKAD), Angkatan IV (1954-1955)
Karier: :
– Instruktur Sekolah Pelayaran Angkatan Laut Jepang, Probolinggo (1950)
– BKR Laut
– Komandan BKR Laut, Probolinggo (1956)
– Wakil Kepala Staf Umum Markas Tertinggi ALRI, Lawang, Jatim (April 1956)
– Asisten I Staf Komando Divisi VI (Juli 1956)
– Asisten I (Seksi Intel/Security) & Ka.Biro Navigasi Staf Komando ALRI Pangkalan X, Situbondo, Jatim (Oktober 56)
– Pj. Kepala Staf Pangkalan IX ALRI, Probolinggo (Juli 1957)
– Liaison Officer pemindahan ex Brigade XVI ke Jakarta (1959-1964)
– Kepala Seksi I Stafko TT-VII/TTIT bidang Intel/Security
– Kepala Biro III/Pengawasan Bangsa Asing (Biro Luar Negeri) SUAD I/MBAD (1952-1955)
– Komandan Bn. Inf. 714, Sulawesi Utara (1955-1957)
Permesta:
– Kepala Staf Gubernur Militer Sulawesi Utara (KDM-SUT) Permesta (1957-1958)
– Komandan Resimen Infanteri “Ular Hitam” KDM-SUT (Oktober 1957)
– Komandan Resimen Team Pertempuran (RTP) “Ular Hitam”/Sektor I-Sulawesi Utara (KDM-SUT) untuk PRRI, Tomohon
– Panglima Komando Daerah Pertempuran III Wilayah Bolaang Mongondow-Gorontalo (pangkat Mayjen), Kotamobagu (1958-1960)
– Asisten KSAD (ADREV) PRRI, Kotambunan/Bolmong
– Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP) Permesta (1960-1961)
Berita Palsu Pas**an Jawa:
– Di Kabarkan Sudah Meninggal Di Bolmong Kota (1959-1961) Tak Tahu Sebelum Musu Bertindak Karena Kecemburuan Penguasa Dan Pangkat Sampai Mayor Jenderal Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi Di Jadikan Domba Hitam Oleh Elit Negara Pusat Jawa Dan Elit Negara Daerah Sulawesi Utara Sampai-Sampai Mayor Jenderal Semuel Dolf Runturambi Di Lindungi Oleh Rakyat Karena Kebaikannya Sampai-Sampai Ia Menganti Nama Semuel Runturambi Lahir Tombatu 08-09-1936 Demi Masa Depan Minahasa Sistem Ke Pemerintahan Minanisme (Idealisme) Politik Akal Sehat Dan Untuk Generasi Baru Indonesia dan Pada (1962) Ia Di Panggil Lagi Kerja Demi Negara Hingga Ia Naik Pangkat Jenderal besar Empat Bintang Menggantikan Jenderal A.H Nasution (1965) Pas Di Tahun Itu Ia Di Kudeta Oleh PKI Di Tana Jawa Di Tempat Kediamannya Dan Ia Di Beritakan Suda Meninggal Tak Tau Ia Sedang Susun Strategi Untuk Membersi PKI.
War Permesta PRRI:
–Tiga Alasan Indonesia Kacau Di Mana-Mana Dan Dinasti Runturambi Minahasa Lah Yang Jadi Sasaran Seperti Drs Loudowik Epou Runturambi S.fil Penerus Wakil Rakyat Minahasa PBM Dan LPM Yang Tercontreng Sebagai Gerakan Pemberontak Tak Tahu Drs Loudowik Epou Runturambi S.fil Hanya Tujuan Mengkritik Tentang Kemanusiaan Dan Pembangunan Di Blok Timur, Tapi Di Contreng Sebagai Gerakan Pemberontak Oleh Elit-Elit Jawa, Tak Tahu Merekalah Yang Blok Jawa 1 Kerja Sama Dengan Uni Soviet Dan Blok Jawa 2 Kerja Sama Dengan Amerika, Karena Mereka Takut Pusat Kota Media Indonesia Terletak Di Bagian Timur Sulawesi Utara Dan Alasannya Permesta PRRI Terjadi.
–1. Minanisme Ingin Menjadi Penguasa Indonesia Pusat Kota Sulawesi Utara VS Komunisme Ingin Menjadi Penguasa Indonesia Pusat Kota Jawa Barat
–2. Letkol Ventje H. N. Sumual Gerakan Basmi PKI Tim Sulawesi Utara Agar Bisa Jadi Pengganti Soekarno VS Kolonel Soeharto Gerakan Basmi PKI Tim Jawa Tenga Agar Bisa Jadi Pengganti Soekarno.
–3. Kolonel D. J. Somba Saingan Kedudukan Dan Pangkat VS Brigjen A. E. Kawilarang Saingan Kedudukan Dan Pangkat
–Letjen Eddy F.P Mongdong, Pro Komunisme.
–Brigjen A. E. Kawilarang, Pro Soeharto.
–Kolonel D. J. Somba, Pro Ventje H. N. Sumual.
Dari Tiga Gerakan Ini Lah Yang Membuat Formasi Bangsa Minahasa Hancur Lebur Dan Mayor Jenderal Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi Dan Drs Loudowik Epou Runturambi Dan Dr Alexander Piter Runturambi Jadi Sasaran, Setidaknya Mereka Bertiga Mayjen Dolf Runturambi Dan Drs Loudowik Runturambi Dan Dr Alexander Runturambi Adalah Wakil Rakyat Sebenarnya Sulawesi Utara (Bagian Timur).
Buku harian Mayor Jenderal Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi:
kata-kata bijak sadstory darkstory vibesstory storytime cutestory
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
tiktok.com/.8
💈⏭️⏮️▶️⏹️⏩⏪💈
tiktok.com/
💈⏩⏪⏹️▶️⏭️⏮️💈
tiktok.com/.9
💈⏭️⏮️▶️⏹️⏩⏪💈
tiktok.com/
💈⏩⏪⏹️▶️⏭️⏮️💈
Kutipan Mayor Jenderal Intelijen Sniper:
– Mayjen Dolf Runturambi INTELIJEN indonesia paling cerdik di masa itu, Lebih Baik Saya Hidup Sebagai Rakyat Biasa Dan Mengorbankan Titel Dan Gelarku Sebagai Pas**an Elit Negara Indonesia Yang Terbaik Dan Termuda, Dari Pada Saya Mati Seperti Domba Hitam Dan Di Fitna Sebagai Pemberontak, Karena Saya Tahu Tuhan Akan Menunjukkan Jalan Terbaik Untuk Diri Saya Dan Masa Depan Indonesia Minahasa, Hey Pemuda Pemudi Anak Bangsa, Bukalah Relasi Kalian Demi Indonesia, Ingat Jangan Jadi Ular Lebih Baik Menjadi Anjing Dari Pada Ular !
Pemahaman bangsa minahasa:
Banyak manusia sekarang bingung soal lambang ini, banyak bertanya-tanya, mana lambang yang sebenarnya milik bangsa minahasa, lambang milik bangsa minahasa itu ada dua, satu lambang adat satu lambang pemerintah dan pas**an kusus, karena jaman dulu belum ada indonesia suda ada bangsa minahasa dan kaya raya oleh kekayaan alam nusantara, dan bangsa minahasa memiliki pemerintah yang harus di dengar seperti pisok tu'a orang adat, pisok tu'a itu kalau di jaman sekarang itu seperti gubernur harus di dengar, dan laskar pisok malesung itu adalah waranei pas**an bangsa minahasa, kalau sekarang tentara nasional indonesia kopassus, jadi jaman ke jaman pisok tu'a itu semakin di lupakan, dan berakhir pada urutan pisok tu'a di bawa ini.
Pisok tu'a Tasik
Pisok tu'a Tambanas
Pisok tu'a Rumondor
Pisok tu'a Tololiu
Pisok tu'a Macawalang
Pisok tu'a Poundalos
Pisok tu'a Wourang
Pisok tu'a Ratu Okie
Pisok tu'a Mande
dan hilang suda tentang sejara bangsa minahasa karena kedatangan belanda di tana bangsa minahasa dan di bangkitkan oleh Dr Alexander Piter runturambi s fil sebagai pisok tu'a bangsa minahasa mendirikan partai buruh Minanisme (minahasa) sistem politik idealisme akal sehat dan membangkitkan laskar pisok malesung kopassus komando pas**an kusus (waranei) minahasa di lanjutkan ke pemimpinan Dr alexander Piter Runturambi s.fil sebagai pisok tu'a di sulawesi utara sekalian wakil rakyat dan di lanjutkan oleh Drs Loudowik Epou Runturambi s.fil akhirnya bangsa minahasa runtu karena prilaku tiga sistem politik seperti komunisme, kapitalisme dan kedaulatan hanya untuk kekuasaan indonesia, jadi banyak yang tak tau tentang perjalanan hidup bangsa minahasa, mereka takut bangsa minahasa bangkit lagi jadi mereka bersi keras menghancurkan semuanya.
----------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------
tiga filosofi kemanusiaan tentang politik dan kesejahteraan yang bersaing di dunia dari masa ke masa.
----------------------------------------------------------------
idealisme; filsuf minahasa alexander runturambi:
1:-berbua menjadi minalistic atau bisa di sebut minanisme.
matrealisme; filsuf unisoviet karl marx:
2:-berbua menjadi komunistic atau bisa di sebut komunisme.
pragmatisme; filsuf america adam smith:
3:-berbua menjadi kapitalistic atau bisa di sebut kapitalisme.
----------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------
tiga filosofi tentang keyakinan dan kehidupan yang bersaing di dunia dari masa ke masa.
----------------------------------------------------------------
agamanisme; filosofi reality alexander runturambi:
1:-bisa di sebut realistic berbua menjadi realisme.
humanisme; filosofi lusisty karl marx:
2:-bisa di sebut ateistic berbua menjadi ateisisme.
zionisme; filosofi manipulatif adam smith:
3:-bisa di sebut radikalistic berbua menjadi radikalisme.
----------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------
Dr.terbang. Skailen Bus Runturambi. Sh. S.fil. S.psi.
tiktok.com/.01