Mayor Jenderal Semuel Dolf Runturambi

Mayor Jenderal Semuel Dolf Runturambi Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Mayor Jenderal Semuel Dolf Runturambi, Grocers, Tondano.

19/09/2025

Cerita nyata dari sang legenda samudra timur benua Atlantis bangsa minahasa yang sekarang suda menjadi Nusantara Indonesia, Kisa kelam jenderal besar lima bintang Semuel Dolf Runturambi, target utama para pemberontak G30S/PKI adalah para perwira tinggi TNI Angkatan darat yang ingin mereka culik dan ingin mereka bunuh karna ada penyelisiha tentang politik nasional indonesia:

1). Jenderal Besar Semuel Dolf Runturambi.
2). Jenderal Besar Abdul Haris Nasution.
3). Letnan Jenderal Ahmad Yani.
4). Mayor Jenderal R. Suprapto.
5). Mayor jenderal mas tirtodarmo haryono.
6). Mayor Jenderal S. Parman.
7). Brigadir Jenderal Donald Isaac Pandjaitan.
8). Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo.

Pada 1965 Semuel Dolf Runturambi Masi pangkat letnan jenderal dan pada tahun itu pun ia di Lantik sebagai jenderal besar empat bintang dan beberapa bulan kemudian Semuel Dolf Runturambi mendengar kabar dari sahabat nya bahwa ada gerakan rahasia yang ingin menggulingkan Presiden ir Soekarno dan menggulingkan Jenderal Besar Semuel Dolf Runturambi, tapi Jenderal Besar Semuel Dolf Runturambi tidak merespon tentang perkataan temannya itu, pada 30 September terjadi lah penculik dan target pembunuhan mereka semua, tapi hanya dua jenderal yang lolos, satu Jenderal Besar Semuel Dolf Runturambi tak ada di tempat markasnya hanya istri dan anaknya di sergap tapi tidak di bunuh oleh mereka karna tidak melawan, dua jenderal Abdul Haris Nasution yang lolos tapi anaknya di bunuh oleh pemberontak karna mereka melawan, dan korban-korban yang meninggal adalah Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal R. Suprapto, Mayor jenderal mas tirtodarmo haryono, Mayor Jenderal S. Parman, Brigadir Jenderal Donald Isaac Pandjaitan, Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo dan Lettu Pierre Tendean sebagai pengawal kesayangan jenderal Abdul Haris Nasution, ada juga korban Ajun Inspektur Polisi Satu Karel Satsuit Tubun dan Pengawal Wakil Perdana Menteri, Selain itu ada juga korban-korban lainnya seperti Kolonel Katamso Darmokusumo dan Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto yang dibunuh di Yogyakarta, dan banyak lagi di bunuh di daerah penjuru Indonesia Sulawesi Kalimantan Maluku Papua Sumatra banyak juga korban pemberontak G30S/PKI pada jaman itu.

Peristiwa G30S/PKI ini di namakan adalah Pemberontak untuk mengkudeta Presiden Ir Soekarno dan mengkudeta jenderal besar Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi, tapi mereka dapat di gagal kan oleh Jenderal Besar Semuel Dolf Runturambi dalam konteks gerakan pembasmi G30S/PKI karna alasan Dolf Runturambi, mereka menewaskan banyak anggota TNI dan masyarakat sipil dan anggota polisi lainnya, Namun, ketujuh perwira tinggi Angkatan Darat dan perwira TNI dan Polisi lainnya yang disebutkan di atas adalah korban yang paling dikenal dari peristiwa gerakan pemberontak G30S/PKI tersebut.

Jenderal besar Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi memutuskan untuk membersihkan semua Tim Radikalisme G30S/PKI di Indonesia karna membahayakan asasi manusia di negara nasional Indonesia, karna Semuel Dolf Runturambi sebagai Jenderal besar pada waktu itu, jadi ia yang bertanggung jawab atas semua peristiwa di Indonesia, Dolf Runturambi adalah Jenderal besar ke empat 1965-1965 dan pada 1972 ia pensiun pas ia umur 50 tahun karna ia bermasalah sedikit Dengan presiden Soeharto pada jaman itu, tapi mereka berdua berdamai lagi pada tahun 1990an hingga presiden Soeharto kena kudeta oleh rakyat pada 1998 dan peran jendral besar Semuel Dolf Runturambi turut prihatin padanya sampai kata Dolf pada harto, mundur saja harto dari kursimu karna kamu tidak mampu melawan politik moderen seperti ini, karna rakyat suda dapat di kuasai oleh saingan- saingan politik mu, karna sehebat apapun kamu tetap kamu akan kalah dengan politik rakyat yang banyak ini, jika kamu lawan maka nama kamu sepanjang masa akan di sebut presiden anarkis sepanjang masa, jadi mundur saja harto demi nama baik kamu dalam sejarah Indonesia, kalau masa rakyat hanya sedikit kamu bisa pertimbangkan, tapi ini suda seluruh Indonesia yang telah mengkudeta kamu, jadi kamu mundur saja sebagai presiden agar hidupmu aman dan senantiasa.


31/07/2025

Empat tokoh militer yang paling pengaruh pada masa Mereka, hingga nama mereka slalu di kenang sebagai pahlawan Nasional Indonesia.

1). Jenderal besar Raden Sudirman.
2). Jenderal besar Dolf Runturambi.
3). Jenderal besar Muhammad Soeharto.
4). Jenderal besar Haris Nasution.

Tapi ada satu yang tidak banyak orang kenal karna ia adalah militer angkatan darat Intelijen dan sniper, ia adalah Jenderal besar Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi, ia di rahasiakan oleh negara karna ia sangat pengaruh sampai ke negara barat dan timur, karna ia sangat di takuti oleh dunia karna kecerdikannya dan kepintarannya, sampai ia di juluki oleh luar negeri adalah intelijen ular hitam, karna sekali ia memburu maka targetnya takkan bisa berbuat apa-apa, jika misi ia terbongkar pada waktu itu mungkin Indonesia dan sekitarnya tak seperti saat ini, ia manusia setengah dewa yang perna di katakan oleh dunia, karna banyak perjuangan yang ia jalani demi negara dan rakyat samudra timur benua Atlantis bangsa minahasa yang sekarang suda menjadi Nusantara Indonesia dan sekitarnya, ia berjuang dari awal hingga ahir, dia lah sang legenda minahasa Nusantara Indonesia Jenderal besar TNI AD (purn) Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi alias pak jawa karna ia di benci oleh orang jawa tapi ia adalah raja jawa yang sebenarnya.

Jenderal besar lima bintang TNI AD (purn.) Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi. Alias pak Jawa.

Ini adalah nama Minahasa Tombatu, marganya adalah Runturambi dinasti KOPDARR komando pas**an darah runturambi.

Jenderal Besar TNI (Purn.)
Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi

Potret Dolfedor, 1965

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara ke-3
Masa jabatan
02 Mei 1964 – 30 September 1965
Presiden
Soekarno

Pendahulu
Idham Chalid
Pengganti
A.H Nasution

Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesia ke-13
Masa jabatan
10 Juli 1962 – 24 Februari 1965
Presiden Soekarno

Pendahulu
Sarbini
Pengganti
A.H Nasution

Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia/Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ke-4 dan ke-6
Masa jabatan
1959–1965
Presiden Soekarno

Pendahulu
Soerjadi Soerjadarma
Pengganti
A.H Nasution

Masa jabatan
1961–1965
Presiden Soekarno

Pendahulu
Soeharto
Pengganti
A.H Nasution

Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-3 dan ke-6
Masa jabatan
27 Desember 1952 – 18 Oktober 1965
Presiden Soekarno

Pendahulu
Bambang Soegeng
Pengganti
A.H Nasution

Masa jabatan
1 November 1962 – 21 Juni 1965
Presiden Soekarno

Pendahulu
Ahmad Yani
Pengganti
A.H Nasution
Wakil Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat Indonesia ke-2
Masa jabatan
1953–1956
Presiden Soekarno
Panglima Soedirman

Pendahulu
Maraden Panggabean
Pengganti
A.H Nasution

Informasi pribadi
Lahir 08 September 1922
Sulawesi, Minahasa, Tombatu, Hindia Belanda
Meninggal 24 November 2018 (umur 96)
Jakarta, Indonesia
Makam Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata
Partai politik Golkar
Afiliasi politik
lainnya IPKI (dahulu)
Suami/istri Hesti Dece Heni Pelango Mongdong ​(m. 1952)​
Anak 10, termasuk Letnan dua Rickardi Logan Jort Runturambi
Profesi
Perwira Angkatan Darat intelijen dan politikus

Penghargaan sipil Pahlawan Nasional Indonesia
Tanda tangan
Julukan Pak Dolf
Karier militer
Pihak
Hindia Belanda
Indonesia

Dinas/cabang
Tentara Kerajaan Hindia Belanda
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Masa dinas 1941–1951
1955–1972
Pangkat Jenderal Besar TNI
NRP 13619
Satuan Infanteri
Komando
Lihat daftar
Divisi Siliwangi
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia

Pertempuran/perang
Lihat daftar
Perang Dunia II
Kampanye Hindia Belanda
Pertempuran Jawa
Revolusi Nasional Indonesia
Pemberontakan PKI 1948-1965
Agresi Militer Belanda II
Serangan Umum 1 Maret 1949
Peristiwa 17 Oktober
Pemberontakan Darul Islam
Invasi Ambon
Pemberontakan PRRI
Pemberontakan Permesta
Sengketa Irian Barat
Operasi Trikora
Operasi Dwikora
Gerakan 30 September
Operasi Trisula

Tanda Jasa/kehormatan
Lihat daftar
Bintang Dharma
Bintang Gerilya
Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
Bintang Sewindu
Bintang Bhayangkara
Satyalancana Kesetiaan X

Penghargaan
Pahlawan Nasional Indonesia
Grand Cross 1st class of the Order of Merit of the Federal Republic of Germany (en)
Bintang Republik Indonesia
Bintang Mahaputra
Grand Cross of the Order of Orange-Nassau (en)

Sunting kotak info; S • L • B • R

Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi (8 September 1922– 24 November 2018) adalah seorang jenderal berpangkat tinggi dan politikus Indonesia. Ia bertugas di militer selama Revolusi Nasional Indonesia dan ia tetap di militer selama gejolak berikutnya dari demokrasi Parlementer dan Demokrasi Terpimpin. Setelah jatuhnya Presiden Soekarno dari kekuasaan, ia menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) di bawah presiden Soeharto. Lahir dari keluarga Drs Loudowik Epou Runturambi, di desa Tombatu, ia belajar mengajar dan mendaftar di akademi militer di Bandung.

Ia menjadi anggota Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL), tetapi setelah invasi Jepang, ia bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA). Setelah proklamasi kemerdekaan, ia mendaftar di angkatan bersenjata Indonesia yang masih muda, dan bertempur selama Revolusi Nasional Indonesia. Pada tahun 1946, ia diangkat menjadi komandan Divisi Yogjakarta, unit gerilya yang beroperasi di Jawa Timur. Setelah revolusi nasional berakhir, ia diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, sampai ia diskors karena keterlibatannya dalam peristiwa 17 Oktober bersama S.H Nasution, Tapi Dolf diangkat lagi kembali ke posisi itu pada tahun 1955, dan ia pinda menjabat sebagai kepala Staf persenjataan Sulawesi ular hitam 1956-1961 sambil mendamaikan PERMESTA di Sulawesi, dan ia kembali pinda menjabat sebagai kepala staf persenjataan Jawa Barat 1962-1965 sambil mendamaikan PRRI hingga ia di incar pada percobaan kudeta oleh rezim komonisme dan pas**an rezim kapitalisme.

Pada tahun 1965, terjadi percobaan kudeta yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Markas Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi diserang, dan Istri pertamanya di serang pas Semuel Dolf Runturambi tidak ada di tempat itu, tapi istri pertamanya dan anaknya Jokowi berhasil melarikan diri dengan memanjat tembok dan bersembunyi di kediaman duta besar Irak. Dalam gejolak politik berikutnya, ia membantu kenaikan Presiden Soeharto, dan diangkat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara. Ia berselisih dengan Soeharto, yang melihatnya sebagai saingan, dan dia digulingkan dari kekuasaan pada tahun 1972. Begitu ia dicopot dari posisi kekuasaan, Dolf Runturambi berkembang menjadi lawan politik Rezim Orde Baru Soeharto, Meskipun ia dan Soeharto mulai berdamai pada 1980-an, Ia meninggal pada 24 November 2018 di Sulawesi Minahasa Tombatu, setelah menderita tulang belakang melemah, Jenazahnya dikebumikan di makam keluarga di Tombatu tapi namanya di makamkan di Pahlawan Kalibata.

Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi diangkat menjadi seorang pahlawan nasional Indonesia.

Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi merupakan konseptor Dwifungsi ABRI yang disampaikan pada tahun 1959 yang kemudian diadopsi selama pemerintahan Soeharto. Konsep dasar yang ditawarkan tersebut merupakan jalan agar ABRI tidak harus berada di bawah kendali sipil, tetapi pada saat yang sama tidak boleh mendominasi sehingga menjadi sebuah kediktatoran militer.

Bersama Soeharto dan A.H Nasution, Soedirman, Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi menerima pangkat kehormatan Jenderal Besar yang dianugerahkan pada tanggal 5 Oktober 1997, saat ulang tahun ABRI, karna Dolfedor Semuel Dolf Runturambi di bidang militer intelijen angkatan darat jadi ia sedikit di rahasiakan oleh negara Indonesia, tapi ia di karuniai pangkat jenderal besar Lima bintang pahlawan Nasional Indonesia bersama Soedirman Akmil Angkatan darat, Nasution Akmil Angkatan udara, Soeharto akmil angkatan laut, Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi Akmil angkatan darat Intelijen Sniper, ia pensiun 1972 berusia 50 tahun berpangkat jenderal empat bintang tapi 1997 ia di anugerahi Pangkat sebagai jenderal besar lima bintang karna ia paling banyak berkorban dalam Bangsa dan negara.

Ia adalah Minahasa marganya Runturambi kerajaan Oky Urey Tombatu, ia di juluki pangeran samudera timur benua Atlantis bangsa minahasa yang sekarang suda menjadi Nusantara Indonesia dan sekitarnya, teluk Myanmar, teluk Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei, Philipina, timur Lesta, Papua Nugini, semua itu perna ia kuasai bersama kakeknya Dr Alexander Piter Runturambi dan ayahnya Drs Loudowik Epou Runturambi dan ada pamannya Mayor Jeremia Skot Runturambi tapi gugur di Belanda karna misi rahasia, tapi mayor Jeremia Skot Runturambi ada anak di tana jawa seumur dengan Jenderal Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi.

Pada masa dulu hingga masa depan ia tetap di juluki sang legenda Minahasa Sulawesi Indonesia 1940-1946 ia di juluki mayor Dolf Runturambi, 1949-1952 ia di juluki kolonel Dolf Runturambi, 1955-1960 ia di juluki mayor jenderal Dolf Runturambi, 1961-1964 ia di juluki letnan jenderal, 1965 ia di juluki jenderal besar tapi pada saat ia menjabat sebagai jenderal besar, presiden Soekarno dan Dolf Runturambi di rencanakan untuk di kudeta oleh saingan mereka berdua, presiden Soekarno dan Dolf Runturambi di incar untuk di bunuh, pada hari itu pun Dolf Runturambi bergerak sampai habis musuh-musuh mereka berdua, ia lah yang di juluki pembasmi kapitalisme dan Komunisme di Indonesia dan sekitarnya, nama lengkapnya Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi bisa di juluki pak Jawa karna ia adalah raja jawa yang sebenarnya, karna ia orang Minahasa tapi bisa pengaruh di tana jawa dari 1940-1972 sampai ia di gulingkan oleh presiden Soeharto karna mungkin beda pendapat, tapi Harto dan Dolf berdamai pada 1980an hingga mereka tutup usia.

Hidup adalah impian bagi orang bijak, lelucon bagi orang kaya, cobaan bagi orang miskin, rejeki bagi orang sabar, kehormatan bagi orang cerdik, dan selamat bagi orang yang beriman.

Foto mahal sepanjang masa Jenderal Besar lima bintang Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi ia di panggil pak Jawa karna ia adalah raja Jawa yang sebenarnya ia asal Sulawesi Utara Minahasa tenggara kecamatan Tombatu suku tonsawang dan dia di juluki pangeran samudera timur benua Atlantis bangsa minahasa yang sekarang suda menjadi Nusantara Indonesia dan sekitarnya, bagian teluk Myanmar teluk Thailand Singapura Malaysia Brunei Philipina timur Lesta Papua Nugini, banyak tidak tau bahwa Soeharto dan Dolfedor wajah mereka hampir mirip tapi perbedaan Soeharto tidak ada Fara di dagu dan Fara di legan tapi Dolfedor ada Fara di dagu dan Fara di lengan, suda paham kan dengan tiki-taka Indonesia merahasiakan tentang pangeran jenderal besar empat bintang Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi, foto ini di ambil saat ia bertugas di Jawa saat ia masi berpangkat brigadir jenderal dan ia terlihat sangat gemuk dan tampan dan ia pensiun sebagai jenderal besar empat bintang karna dia adalah intelijen sniper paling cerdik di Indonesia dan foto semua ini adalah dia saat ia masih muda dan suda sedikit tua dan suda tua sekali dan hidup ia sangat umur panjang hingga sembilan pulu enam tahun baru ia tutup usia, kata-kata andalannya, dia adalah aku dan aku adalah dia.

Jika orang berbicara buruk tentang kamu, tidak perlu kamu menghentikan dan menutup mulut mereka, cukup tutup kupingmu dengan dua tanganmu, dan bungkam mulut mereka dengan prestasimu, ketika mereka menghujat dan menjelekkanmu, tidak perlu di balas dengan hujatan, tapi jadikan itu motivasi untuk berbuat sesuatu yang lebih baik, dan bermanfaat yang akan membuat kamu lebih maju, dan menciptakan prestasi untuk dirimu, karena kebahagian dan masa depanmu tidak tergantung apa kata orang, tetapi tergantung apa kata Tuhan, dan bagaimana cara kamu untuk meraihnya, tetap semangat lakukan aktivitasmu, doakan apa yang kamu kerjakan dan kerjakan apa yang kamu doakan, dan tetaplah mendoakan mereka yang telah meremehkanmu, agar jadi berkat bagi mereka sekali pun mereka membenci dan tidak menyukaimu, ingat jangan muda lelah hati karna perkataan mereka padamu, karna jika kamu lelah hati bisa menghilangkan semua milikmu, bersabarlah dan berdoa, agar apa yang kamu inginkan akan terpenuhi bersama Tuhan yang kamu semba, karna apa yang kamu minta pada doamu dengan tulus pada tuhan, maka tuhan takkan membiarkanmu, kejarlah prestasimu dan buktikan pada mereka bahwa kamu bisa, jalankan aktivitasmu di hari-hari dengan penuh percaya diri, sampai semua keinginanmu tercapai, ingat, jangan lupa carilah kerajaan sorga, agar kamu bisa merai apa yang kamu inginkan, karna tuhan slalu menyertaimu jika kamu tulus pada tuhanmu.

Petualangannya dalam militer banyak kontroversial, kadang kalah ia jatuh, kadang kalah ia berdiri, tapi ia tetap berhasil melewati semua tanpa ada kata putus asa.


29/07/2025

Cerita singkat permesta/prri, Mayor Jenderal Dolfedor (Dolf) Runturambi Atau Nama Samaran Semuel Jawa Runturambi, Tokoh penting di Balik Kiprah “Permesta Yard PRRI”

INTELIJEN Diskursus terkait posisi gerakan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) terhadap kedaulatan Republik Indonesia belum berakhir di satu titik. Sejumlah pihak masih mengganggap gerakan yang dipimpin Letkol HN Ventje Sumual ini sebagai aksi ilegal atau kudeta. Misalnya, pendapat sejarawan Belanda WF Wertheim, dalam bukunya “Indonesian Society in Transition” (-1957-1959). Di lain pihak, tidak sedikit sejarawan yang berpandangan bahwa gerakan Permesta adalah gerakan politik di daerah, bukan gerakan pemberontakan. Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam, bahkan sempat meminta agar pelurusan sejarah Permesta perlu disegerakan.

Bagi pelaku sejarah pergerakan Permesta, meluruskan dominasi interpretasi sejarah oleh penguasa tidak mudah dilakukan. Salah satu tokoh Permesta yang terus berupaya meluruskan sejarah Permesta di sisa usianya adalah mantan Kepala Staf Angkatan Perang Permesta, Mayor Jenderal TNI AD Inf.(Purn.) Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi. Pria kelahiran Tondano (Tombatu), 08 september 1922, ini tak kenal putus asa melakukan pelurusan sejarah berdasarkan studi ilmiah ataupun fakta-fakta sebagai pelaku.

Pada 1988, Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi menerbitkan buku memoar yang menguncang dominasi penulisan sejarah oleh penguasa. Buku bertajuk “Permesta: Kandasnya Sebuah Cita-cita” ini pada 1990 dilarang beredar oleh Kejaksaan Agung RI. Buku yang disusun oleh K.M.L Tobing ini dinyatakan mengandung analisa konflik dari buku “Cuplikan Sejarah Perjuangan TNI Angkatan Darat” yang diterbitkan TNI Gerakan Separatis.

Dalam pandangan Dolf Runturambi, Permesta hanya memperjuangkan tiga hal, yakni pendidikan, pembangunan dan kesejahteraan rakyat, sehingga pembangunan nusa dan bangsa dapat terwujud. Tidak ada upaya untuk memisahkan diri dari Republik Indonesia. Hanya saja, karena terjadi ketimpangan pusat dan daerah atau Jawa dan luar Jawa, Permesta ingin mengoreksi ketimpangan tersebut.

“Permesta merupakan upaya koreksi terhadap pemerintah pusat waktu itu, agar lebih memperhatikan pembangunan daerah, karena memang daerah tidak diperhatikan sama sekali. Di daerah kami kopra, pala, cengkeh, padi, jagung, emas itu semua mengalir ke pusat dan tidak ada yang kembali untuk pembangunan daerah kami. Hal ini yang membuat kami para perwira merasa bahwa daerahnya tidak diperhatikan. Kemudian dicetuskan lah Permesta di Makassar,” kata Dolf.

Mengutip statement mantan Panglima Teritorium VII Wirabuana Letkol Ventje H.N Sumual, Dolf selalu menyatakan bahwa Permesta tidak memiliki kaitan dengan PRRI. Tetapi Permesta merupakan perjuangan pembangunan kawasan Timur Nusantara yang abadi untuk kesejahteraan rakyat di Indonesia Timur.

Perjuangan Permesta memang tidak bisa lepas dari peran Mayjen Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi. Tokoh militer yang dikenal cerdas ini lah yang membacakan teks pemutusan hubungan dengan pemerintah pusat setelah Kolonel Joop F. Warouw gugur dalam melawan PKI dan pas**an Soeharto Kudeta bersarang di Bolaang Mongondow, ia tewas karena pemberontakan dan penghianatan banyak bersarang di bolaang mongondow melawan bangsa minahasa (Minanisme) yang tidak mau gabung dengan bangsa minahasa melawan tim jawa 1 Soekarno dan tim jawa 2 Soeharto dan akhirnya mayor jenderal Semuel dolf runturambi di minta oleh Letkol H.N. Ventje Sumual untuk kerja sama mengantikan posisi Kolonel Jacob Frederick (Joop) Warouw dan dalam bahasa Inggris melalui RRI (Radio Permesta) pada pukul 20.00, 17 oktober 1960. Sebelumnya, pada hari yang sama, Dolf runturambi memberikan orasi di depan tokoh masyarakat dalam pertemuan di Universitas Permesta, Sario Manado. Pertemuan inilah yang akhirnya menghasilkan kesepakatan, bahwa Permesta memutuskan hubungan dengan Pemerintah RI Kabinet Djuanda.

Setelah pemutusan hubungan itu, KSAD A.H. Nasution mengumumkan pemecatan sekaligus memerintahkan penangkapan Letkol H.N. Ventje Sumual, Kolonel D.J. Somba, Mayor Jenderal Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi, Brigadir Jenderal Alex E. Kawilarang, Letnan Jenderal Eddy Frans Pelango Mongdong, H.D. Manoppo dan Jan Torar, Dan Sang Diktator Drs. Loudowik Epou Runturambi Ketua PBM-LPM sulawesi utara (Indonesia).

Dedikasi

Berbekal pengalaman dan kemampuan yang dimiliki, alumni Military Intelegence & Security Maresfield Camp, Southland Yard, London ini memegang posisi kunci strategi perjuangan Permesta. Apalagi perjuangan Permesta didukung intelijen Amerika Serikat (tak pasti) yang ingin membendung pengaruh Komunisme di Indonesia. Tak hanya membantu dalam hal pelatihan militer, AS juga mengirimkan berbagai macam persenjataan. Sejumlah pihak menyebut, mayor Jeremia Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi adalah tokoh penting di balik kiprah Badan Intelijen Permesta/Prri, “Permesta Yard”.

Di mata kelompok pendukung Partai Komunisme Indonesia, mayor jenderal Semuel Dolf Runturambi adalah sosok yang ditakuti. Alumnus Communist & Anti-communist for Military Course, War College London ini lah yang membuat skenario perlawanan anti-komunisme Permesta/prri. Di tubuh Permesta sendiri sering disusupi kelompok PKI, misalnya penyusupan Kapten (APREV) Simon Ottay dari GAP (Gerakan Anti Permesta), yang berhasil dibongkar.

Kalangan internal Permesta sendiri menaruh hormat kepada mayor jenderal Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi sebagai panglima besar permesta/prri. Tak heran jika kabar tewasnya Komandan KDP III/Bolmong-Gorontalo mayjen Semuel Dofl Runturambi, dalam kontak senjata TNI-Permesta di “Kasuang”, sempat memanaskan hubungan antara petinggi Permesta. Kepala Staf ADREV permesta/PRRI Letkol H.N Ventje Sumual sempat mengancam akan menembak mati wakil Panglima Besar permesta/PRRI brigadir Jenderal Alex E. Kawilarang, jika memang benar Mayjen Dolf Runturambi tewas di daerah Kasuang. Kabar tewasnya Mayjen Semuel Dolf Runturambi tersebut terkait pengkhianatan Letjen Eddy Frans Pelango Mongdong.

Dolf, ketika menjabat sebagai Komandan KDP III sukses mencegah skenario aksi bar-bar pas**an Permesta/prri. Misalnya, mencegah aksi bumi hangus pembakaran rumah penduduk di Kotamobagu yang dilakukan pas**an Permesta dari Sekolah Pendidikan Tentara Permesta di bawah pimpinan Letkol Wim Joseph dan Kolonel J.M.J. (Nun) Pantouw. Ketika itu mayjen Dolf Runturambi melarang pembakaran rumah milik rakyat karena akan menimbulkan antipati penduduk Bolmong terhadap Permesta.

Berikut cuplikan pandangan peretas otonomi daerah diurus sejarah itu, dalam wawancaranya dengan INTELIJEN, pada Februari 2011, di Jakarta.

Tidak mudah meluruskan sejarah perjuangan Permesta yang dikaitkan dengan gerakan separatis. Apa sebenarnya yang diperjuangkan Permesta?

Perjuangan Rakyat Semesta sebenarnya adalah bentuk perjuangan untuk membangun Republik Indonesia. Permesta memperjuangkan tiga hal mendasar bagi pembangunan bangsa, yakni pendidikan, pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Jadi hanya tiga hal tersebut, tidak ada upaya untuk memisahkan diri dari Republik Indonesia.

Bisa juga dimaknai bahwa perjuangan Permesta merupakan upaya koreksi terhadap pemerintah pusat waktu itu. Agar lebih memperhatikan pembangunan daerah, karena memang daerah tidak diperhatikan sama sekali. Misalnya, di daerah kami Sulawesi Utara, kopra, pala, cengkeh, fanili, jagung, padi, hasil tani lainnya, dan hasil tambang mas, semua mengalir ke pusat dan tidak ada yang kembali untuk pembangunan di daerah kami. Hal ini yang membuat kami, para perwira merasa bahwa daerahnya tidak diperhatikan. Kemudian dicetuskanlah Permesta di Makassar dan Manado karna keluhan rakyat, ucap dolf.

Saya sendiri terlibat dalam aksi penumpasan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) yang ingin memisahkan diri. Kami harus mempertahankan Republik Indonesia, jadi merupakan hal yang bodoh jika kami justru ingin memisahkan diri.

Dalam perjalanannya, Permesta justru terlihat sebagai garda paling depan untuk menghadapi dominasi Komunisme (PKI), apakah Permesta memang ditujukan untuk membendung pengaruh Komunisme di pemerintah pusat?

Saat itu kita memang menghadapi dominasi Komunisme, untuk itu kami meminta pembubaran Kabinet PM Djuanda. Saya pernah tegaskan dalam buku saya bahwa B**g Karno memang pro Komunisme. Tak salah jika banyak bergabung tokoh-tokoh Masyumi mendukung PRRI/Permesta seperti Burhanuddin Harahap, Syafrudin Prawiranegara, Sultan Hamid II, atau Sumitro Djojohadikusumo dan grup dinasti kopdarr Dr Alexander Piter Runturambi, Drs Loudowik Epou Runturambi, Mayor Tommy Lobe Runturambi, Kolonel Juneles Herman Runturambi, Kombes Pol Hendrik Freddy Runturambi, dan Lettu Soeharto Logan Runturambi yang saat itu berada di luar negeri, ikut bergabung karena sebenarnya yang dihadapi adalah PKI.

Kami memang menuntut agar Hatta dan Sri Sultan HB IX membentuk kabinet baru. Kendati banyak yang tidak s**a terhadap kedua tokoh itu, kami menganggap keduanya adalah orang-orang yang bijak. Apalagi di sisi lain, PM Djuanda condong ke PKI.

Jika memang berada di garis depan melawan PKI, mengapa pemerintahan Orde Baru tidak melakukan pelurusan sejarah terkait Permesta?

Justru sehari setelah Soeharto menjadi pejabat presiden, 26 Juli 1966, para tahanan militer dan sipil yang ditahan di Rumah Tahanan Militer Setiabudi dibebaskan, termasuk tokoh-tokoh Permesta. Permesta bukan pemberontak, tetapi dengan politisasi kami disudutkan sebagai pemberontak. Istri saya seorang Letkol (Purn), setiap kali naik pangkat atau pindah jabatan harus mengikuti clearance test dari BAKIN dan Bais. Istri saya selalu katakan bahwa dia menikah dengan seorang yang disebut sebagai pemberontak PRRI/Permesta. PRRI/Permesta itu bukan pemberontak. Ini harus dibetulkan dalam sejarah. Bahwa yang disebut pemberontak adalah PKI.

Jenderal Yoga Soegama selalu bersama-sama dengan saya. Jika saya pemberontak, saya sudah ditangkap, karena Yoga petinggi BISAP (Badan Informasi Staf Angkatan Perang). Hanya kami berdua ditambah Sutarto Sigit, dahulu yang dipilih untuk mengikuti pendidikan intelijen di Inggris.

Permesta dianggap memberontak karena melawan operasi militer yang digelar TNI. Apa pertimbangannya ketika itu Permesta mengangkat senjata? Padahal diplomasi dan perundingan masih dimungkinkan, jika memang tuntutannya masalah perimbangan pusat dan daerah?

Kami memang memiliki senjata untuk menjaga diri. Karena yang melawan Permesta bukan hanya orang-orang Republik Indonesia tetapi juga PKI. Misalnya saja PKI membentuk GAP (Gerakan Anti Permesta). Jadi bisa dimaklumi jika terjadi kontak senjata dengan TNI.

Kami diminta belajar intelijen ke luar negeri agar bisa menjaga negara dan bangsa untuk tidak terpengaruh dengan hal-hal yang buruk bagi Republik Indonesia. Selain itu, kami juga memperoleh pendidikan mengenai bagaimana menjaga supaya negara dan bangsa terhindar dari rencana-rencana jahat pihak lain.

Komunisme tidak akan pernah hilang. Jika negara memang sudah menetapkan anti Komunisme dan kapitalisme, sudah semestinya komunisme harus dicegah. Indonesia tidak cocok dengan Komunisme, sudah dicoba beberapa kali, tetap hancur. Saya di Permesta melarang anggota yang condong ke komunisme. Siapa saja yang melanggar akan ditangkap. Tidak boleh ada komunisme di Permesta.

Biodata:

Nama:
Mayor Jenderal TNI AD inf. (prun.) Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi intelijen sniper pakar bahasa inggris jepang Belanda.

Tempat & Tgl Lahir:
Tondano (Tombatu) 08 september 1922

Agama:
Advent hari ke tuju.

Pendidikan:
– Holland Inlandsche School (HIS)
– Meer Uitgrebreid Lager Onderwijs (MULO)
– Kotabu Kain Yo Seijo, Makasar (1950)
– Militairy Intelegence & Security Training Course, Maresfield Camp, Southampton – Inggris (1951)
– Scotland Yard London, Inggris
– Military Police School Center, Sandhurst, Inggris (1951)
– Communist & anti-comunnist for Military Course, War College London, Inggris (1952)
– Sekolah Atase Militer, Cililitan/Kemayoran, Cimahi/Bandung (1952-1953)
– Sekolah Staf & Komando Angkatan Darat (SSKAD), Angkatan IV (1954-1955)

Karier: :
– Instruktur Sekolah Pelayaran Angkatan Laut Jepang, Probolinggo (1950)
– BKR Laut
– Komandan BKR Laut, Probolinggo (1956)
– Wakil Kepala Staf Umum Markas Tertinggi ALRI, Lawang, Jatim (April 1956)
– Asisten I Staf Komando Divisi VI (Juli 1956)
– Asisten I (Seksi Intel/Security) & Ka.Biro Navigasi Staf Komando ALRI Pangkalan X, Situbondo, Jatim (Oktober 56)
– Pj. Kepala Staf Pangkalan IX ALRI, Probolinggo (Juli 1957)
– Liaison Officer pemindahan ex Brigade XVI ke Jakarta (1959-1964)
– Kepala Seksi I Stafko TT-VII/TTIT bidang Intel/Security
– Kepala Biro III/Pengawasan Bangsa Asing (Biro Luar Negeri) SUAD I/MBAD (1952-1955)
– Komandan Bn. Inf. 714, Sulawesi Utara (1955-1957)

Permesta:
– Kepala Staf Gubernur Militer Sulawesi Utara (KDM-SUT) Permesta (1957-1958)
– Komandan Resimen Infanteri “Ular Hitam” KDM-SUT (Oktober 1957)
– Komandan Resimen Team Pertempuran (RTP) “Ular Hitam”/Sektor I-Sulawesi Utara (KDM-SUT) untuk PRRI, Tomohon
– Panglima Komando Daerah Pertempuran III Wilayah Bolaang Mongondow-Gorontalo (pangkat Mayjen), Kotamobagu (1958-1960)
– Asisten KSAD (ADREV) PRRI, Kotambunan/Bolmong
– Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP) Permesta (1960-1961)

Berita Palsu Pas**an Jawa:
– Di Kabarkan Sudah Meninggal Di Bolmong Kota (1959-1961) Tak Tahu Sebelum Musu Bertindak Karena Kecemburuan Penguasa Dan Pangkat Sampai Mayor Jenderal Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi Di Jadikan Domba Hitam Oleh Elit Negara Pusat Jawa Dan Elit Negara Daerah Sulawesi Utara Sampai-Sampai Mayor Jenderal Semuel Dolf Runturambi Di Lindungi Oleh Rakyat Karena Kebaikannya Sampai-Sampai Ia Menganti Nama Semuel Runturambi Lahir Tombatu 08-09-1936 Demi Masa Depan Minahasa Sistem Ke Pemerintahan Minanisme (Idealisme) Politik Akal Sehat Dan Untuk Generasi Baru Indonesia dan Pada (1962) Ia Di Panggil Lagi Kerja Demi Negara Hingga Ia Naik Pangkat Jenderal besar Empat Bintang Menggantikan Jenderal A.H Nasution (1965) Pas Di Tahun Itu Ia Di Kudeta Oleh PKI Di Tana Jawa Di Tempat Kediamannya Dan Ia Di Beritakan Suda Meninggal Tak Tau Ia Sedang Susun Strategi Untuk Membersi PKI.

War Permesta PRRI:
–Tiga Alasan Indonesia Kacau Di Mana-Mana Dan Dinasti Runturambi Minahasa Lah Yang Jadi Sasaran Seperti Drs Loudowik Epou Runturambi S.fil Penerus Wakil Rakyat Minahasa PBM Dan LPM Yang Tercontreng Sebagai Gerakan Pemberontak Tak Tahu Drs Loudowik Epou Runturambi S.fil Hanya Tujuan Mengkritik Tentang Kemanusiaan Dan Pembangunan Di Blok Timur, Tapi Di Contreng Sebagai Gerakan Pemberontak Oleh Elit-Elit Jawa, Tak Tahu Merekalah Yang Blok Jawa 1 Kerja Sama Dengan Uni Soviet Dan Blok Jawa 2 Kerja Sama Dengan Amerika, Karena Mereka Takut Pusat Kota Media Indonesia Terletak Di Bagian Timur Sulawesi Utara Dan Alasannya Permesta PRRI Terjadi.

–1. Minanisme Ingin Menjadi Penguasa Indonesia Pusat Kota Sulawesi Utara VS Komunisme Ingin Menjadi Penguasa Indonesia Pusat Kota Jawa Barat

–2. Letkol Ventje H. N. Sumual Gerakan Basmi PKI Tim Sulawesi Utara Agar Bisa Jadi Pengganti Soekarno VS Kolonel Soeharto Gerakan Basmi PKI Tim Jawa Tenga Agar Bisa Jadi Pengganti Soekarno.

–3. Kolonel D. J. Somba Saingan Kedudukan Dan Pangkat VS Brigjen A. E. Kawilarang Saingan Kedudukan Dan Pangkat

–Letjen Eddy F.P Mongdong, Pro Komunisme.
–Brigjen A. E. Kawilarang, Pro Soeharto.
–Kolonel D. J. Somba, Pro Ventje H. N. Sumual.
Dari Tiga Gerakan Ini Lah Yang Membuat Formasi Bangsa Minahasa Hancur Lebur Dan Mayor Jenderal Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi Dan Drs Loudowik Epou Runturambi Dan Dr Alexander Piter Runturambi Jadi Sasaran, Setidaknya Mereka Bertiga Mayjen Dolf Runturambi Dan Drs Loudowik Runturambi Dan Dr Alexander Runturambi Adalah Wakil Rakyat Sebenarnya Sulawesi Utara (Bagian Timur).

Buku harian Mayor Jenderal Dolfedor Semuel (Dolf) Runturambi:
kata-kata bijak sadstory darkstory vibesstory storytime cutestory
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
tiktok.com/.8
💈⏭️⏮️▶️⏹️⏩⏪💈
tiktok.com/
💈⏩⏪⏹️▶️⏭️⏮️💈
tiktok.com/.9
💈⏭️⏮️▶️⏹️⏩⏪💈
tiktok.com/
💈⏩⏪⏹️▶️⏭️⏮️💈

Kutipan Mayor Jenderal Intelijen Sniper:
– Mayjen Dolf Runturambi INTELIJEN indonesia paling cerdik di masa itu, Lebih Baik Saya Hidup Sebagai Rakyat Biasa Dan Mengorbankan Titel Dan Gelarku Sebagai Pas**an Elit Negara Indonesia Yang Terbaik Dan Termuda, Dari Pada Saya Mati Seperti Domba Hitam Dan Di Fitna Sebagai Pemberontak, Karena Saya Tahu Tuhan Akan Menunjukkan Jalan Terbaik Untuk Diri Saya Dan Masa Depan Indonesia Minahasa, Hey Pemuda Pemudi Anak Bangsa, Bukalah Relasi Kalian Demi Indonesia, Ingat Jangan Jadi Ular Lebih Baik Menjadi Anjing Dari Pada Ular !

Pemahaman bangsa minahasa:
Banyak manusia sekarang bingung soal lambang ini, banyak bertanya-tanya, mana lambang yang sebenarnya milik bangsa minahasa, lambang milik bangsa minahasa itu ada dua, satu lambang adat satu lambang pemerintah dan pas**an kusus, karena jaman dulu belum ada indonesia suda ada bangsa minahasa dan kaya raya oleh kekayaan alam nusantara, dan bangsa minahasa memiliki pemerintah yang harus di dengar seperti pisok tu'a orang adat, pisok tu'a itu kalau di jaman sekarang itu seperti gubernur harus di dengar, dan laskar pisok malesung itu adalah waranei pas**an bangsa minahasa, kalau sekarang tentara nasional indonesia kopassus, jadi jaman ke jaman pisok tu'a itu semakin di lupakan, dan berakhir pada urutan pisok tu'a di bawa ini.

Pisok tu'a Tasik
Pisok tu'a Tambanas
Pisok tu'a Rumondor
Pisok tu'a Tololiu
Pisok tu'a Macawalang
Pisok tu'a Poundalos
Pisok tu'a Wourang
Pisok tu'a Ratu Okie
Pisok tu'a Mande

dan hilang suda tentang sejara bangsa minahasa karena kedatangan belanda di tana bangsa minahasa dan di bangkitkan oleh Dr Alexander Piter runturambi s fil sebagai pisok tu'a bangsa minahasa mendirikan partai buruh Minanisme (minahasa) sistem politik idealisme akal sehat dan membangkitkan laskar pisok malesung kopassus komando pas**an kusus (waranei) minahasa di lanjutkan ke pemimpinan Dr alexander Piter Runturambi s.fil sebagai pisok tu'a di sulawesi utara sekalian wakil rakyat dan di lanjutkan oleh Drs Loudowik Epou Runturambi s.fil akhirnya bangsa minahasa runtu karena prilaku tiga sistem politik seperti komunisme, kapitalisme dan kedaulatan hanya untuk kekuasaan indonesia, jadi banyak yang tak tau tentang perjalanan hidup bangsa minahasa, mereka takut bangsa minahasa bangkit lagi jadi mereka bersi keras menghancurkan semuanya.

----------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------
tiga filosofi kemanusiaan tentang politik dan kesejahteraan yang bersaing di dunia dari masa ke masa.
----------------------------------------------------------------
idealisme; filsuf minahasa alexander runturambi:
1:-berbua menjadi minalistic atau bisa di sebut minanisme.

matrealisme; filsuf unisoviet karl marx:
2:-berbua menjadi komunistic atau bisa di sebut komunisme.

pragmatisme; filsuf america adam smith:
3:-berbua menjadi kapitalistic atau bisa di sebut kapitalisme.

----------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------
tiga filosofi tentang keyakinan dan kehidupan yang bersaing di dunia dari masa ke masa.
----------------------------------------------------------------
agamanisme; filosofi reality alexander runturambi:
1:-bisa di sebut realistic berbua menjadi realisme.

humanisme; filosofi lusisty karl marx:
2:-bisa di sebut ateistic berbua menjadi ateisisme.

zionisme; filosofi manipulatif adam smith:
3:-bisa di sebut radikalistic berbua menjadi radikalisme.
----------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------
Dr.terbang. Skailen Bus Runturambi. Sh. S.fil. S.psi.
tiktok.com/.01

Address

Tondano

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mayor Jenderal Semuel Dolf Runturambi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category