15/10/2022
Dalam memilih idola, cukup satu saja syaratnya, saleh atau salihah. Cukup Rasulullah saw. sebagai sosok idola kita yang pertama dan utama. Lalu diikuti oleh para sahabat, ulama, cendekiawan muslim, atau tokoh-tokoh pahlawan Islam.
-
Kata Kunci untuk Idolamu, Takwa!
https://muslimahnews.net/2022/10/14/12872/
-
Muslimah News, DUNIA REMAJA — Hallyu alias gelombang budaya Korea masih menjadi trend setter di kalangan remaja negeri +62. Bukan cuma drama televisi (K-Drama), musik (K-Pop), atau K-Fashion-nya yang populer. Remaja juga keranjingan dengan literatur, kuliner, kosmetik, dan bahasa negeri ginseng.
Dan kalau sudah ngomongin budaya Korea, enggak pernah ketinggalan gosip seputar musisinya yang didominasi oleh boyband dan girlband yang menawan bin charming. Sudah enggak terhitung jumlah artis K-Pop yang menjadi idola remaja. Bukan cuma NTC, Blackpink, BTS, EXO, tetapi juga para pendatang baru yang terus berseliweran menghiasi linimasa obrolan K-Popers.
Dan ternyata, musik korea tidak hanya menghasilkan lantunan musik easy listening atau gaya tariannya yang bikin penggemarnya histeris. Namun, juga menjadi kiblat, standar hidup, dan bagian dari pola pikir para fannya. Selanjutnya melahirkan fan garis keras yang rela mati demi idolanya. Waduh!
-
Celebrity Worship
-
Fan K-Pop, terutama yang masuk kategori garis keras, dikenal sebagai kumpulan orang “ajaib” yang akan membuat siapa pun terpana dan tidak percaya. Sampai geleng-geleng kepala dan mengelus dada dengan perilakunya.
Pada linimasa TikTok ada yang menulis begini, nih, “Semisal saya disuruh memilih pilih uang 5M atau tidur bersama Taehyung 2 jam, saya jauh lebih memilih tidur sama Taehyung. Uang bisa dicari, tetapi kesempatan tidur sama taehyung ga datang dua kali. Ah, halu,” What? Demi apa mau-maunya kayak gitu?
Mereka rela melakukan apa pun demi idola. Mereka juga bisa mendadak over powered begitu kalau idolanya dilecehkan. Memang enggak sampai berubah jadi naga atau vampir, tetapi sikapnya di media sosial sangat ganas untuk membela idolanya.
Hal ini terlihat dari konflik penggemar NCT Dream yang menjadi pangkal Safa Space sehingga jadi trending topic di Twitter. Berawal dari cuitan yang dianggap sebagai hinaan pada salah satu artis idola, Safa diancam dengan berbagai hal, termasuk diseret ke meja hijau.
K-Pop lebih dari sekadar melodi dan pencinta musik, ada keterikatan dan rasa saling memiliki yang terjalin antara fan dan idol sehingga melahirkan fenomena celebrity worship. Kedekatan antara idola dengan fannya secara emosional di dunia maya dan dunia nyata.
Saking dekatnya, bisa bikin fan lupa diri sehingga terjangkiti toxic fandom. Perilaku penggemar budaya populer yang cenderung negatif dan tidak dapat diterima. Berbagai hal dilakukan demi idolanya, tanpa peduli dampaknya pada orang lain.
Perilaku toxic fandom ini bikin ilfeel. Mulai dari bullying, hate speech, respons negatif yang masif pada budaya pop tertentu, dan menindas anggota fandom lain atau yang berseberangan dengan mereka. Toxic fandom juga termasuk perilaku antisosial seperti membuat ancaman pembunuhan, ancaman pemerkosaan, atau doxing (memublikasikan informasi pribadi seseorang). Ngeri!
-
Biar Enggak Salah Pilih Idola
-
Remaja punya idola itu normal, kok. Bahkan remaja kudu punya idola alias role model sebagai bagian dari prosesnya mencari jati diri. Lantaran idola bisa jadi figur panutan remaja dalam berpikir dan berbuat.
Bagi kita sebagai remaja muslim, punya idola enggak sekadar rasa kagum dengan suaranya yang merdu, parasnya yang menawan, atau skill olahraga yang keren abis. Namun, mesti punya karakter positif yang patut kita tiru. Baik perilakunya, maupun cara berpikirnya.
Makanya, dalam memilih idola kita enggak neko-neko. Cukup satu saja syaratnya. Yang penting dia saleh atau salihah. Itu saja. Enggak ada yang lain.
Lantaran kalau sosok yang kita idolakan itu saleh/salihah, ada jaminan kebaikan yang bakal kita dapatkan. Enggak bikin pengagumnya lupa diri, apalagi sampai terjangkit toxic fandom. Enggak ada ruginya kita mencintai dan membelanya mati-matian. Karena kita, bisa jadi akan membersamainya di tempat kembali terbaik di akhirat kelak. Amin.
Rasulullah saw. bersabda, dalam riwayat Sahih Bukhari, Anas bin Malik mengatakan, “Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam, ‘Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).’”
Anas pun mengatakan, “Kalau begitu aku mencintai Nabi sallallahu alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”
Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Itulah keutamaan orang yang mencintai Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, orang saleh, pelaku kebaikan yang masih hidup, ataupun yang telah mati. Namun, kecintaan ini dilakukan dengan melakukan perintah Allah dan Rasul-Nya, menjauhi setiap larangan, dan beradab sesuai yang diajarkan oleh syariat Islam.” (Lihat Syarh Muslim, 8/483)
Enggak kebayang deh nestapanya kita di akhirat kalau ngefan banget sama sosok idola yang nonmuslim yang jelas-jelas enggak pernah akan menginjakkan kakinya di surga. Memang ada yang mau dikumpulkan pada hari kiamat dengan para pelakuk maksiat dan atau orang-orang kafir di seburuk-buruknya tempat kembali? Jangan sampai, deh!
Meski kita punya banyak pilihan untuk menjadikan orang lain sebagai idola, tetapi jangan sampai memilih idola yang doyan mengumbar aurat, biasa bermaksiat, dan jauh dari perilaku taat. Apalagi sampai bikin fannya lupa diri menggadaikan kemuliaan dan kehormatannya sebagai seorang muslim. No way!
Cukup Rasulullah saw. sebagai sosok idola kita yang pertama dan utama. Lalu diikuti oleh para sahabat, ulama, cendekiawan muslim, atau tokoh-tokoh pahlawan Islam. Satu kata kunci untuk pilih idola kita: takwa! [MNews/Rgl]
Sumber: Buletin Teman Surga edisi #194