04/04/2026
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan penolakannya terhadap usulan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) diganti dengan bantuan uang tunai bagi orang tua siswa. Menurutnya, skema bantuan tunai berpotensi disalahgunakan dan tidak menjamin dana tersebut benar-benar digunakan untuk kebutuhan gizi anak.🤔
BGN memastikan pr0gram MBG tetap dijalankan dalam bentuk pemberian makanan secara langsung. Cara ini dinilai lebih efektif untuk memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup, sekaligus mencegah tumpang tindih dengan bantuan sosial lain seperti BLT serta mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.🤠
Berikut poin-poin penting terkait penolakan tersebut:
1. Risiko penyalahgun4an – Bantuan dalam bentuk uang tunai dikhawatirk4n tidak sepenuhnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.
2. Fokus program – MBG dirancang sebagai intervensi gizi langsung kepada anak, bukan sebagai bantuan finansial bagi keluarga.
3. Mendorong ekonomi lokal – Distribusi makanan menciptakan permintaan baru terhadap bahan pangan dari petani dan pelaku usaha lokal.
4. Kepastian nutrisi– Pemberian makanan secara langsung memastikan anak benar-benar menerima asupan gizi yang dibutuhkan.