18/03/2025
﷽
Buat Sahabat yang di bulan Ramadhan ini Bekerja dari pagi sampai Sore ingatlah sebuah ayat dan hadits ini
Bekerja merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan setiap orang. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam Firman Allah ﷻ,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُوا۟ مِنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَٱعْمَلُوا۟ صَٰلِحًا ۖ إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Mu’minun [23]: 51).
Bekerja mempunyai tempat yang sangat mulia dan luhur yaitu digolongkan fi sabilillah, hal ini tercermin dari sabda Rasulullah ﷺ, Ka’b bin ‘Ujrah z berkata, “Seorang laki-laki melewati Nabi ﷺ kemudian para sahabat melihat bagaimana kuat dan rajinnya laki-laki tersebut, lalu mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah ﷺ, seandainya hal ini di jalan Allah.’ Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika ia keluar bekerja untuk menghidupi anaknya yang masih kecil maka dia fi sabilillah (di jalan Allah), jika ia keluar bekerja untuk kedua orang tuanya yang telah lanjut usia maka fi sabilillah, jika ia keluar bekerja untuk menjaga kehormatan dirinya dari meminta-minta maka ia fi sabilillah dan jika ia keluar karena riya’ dan sombong maka ia di jalan setan.’” (H.R. ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir 19/129. Berkata al-Mundziri, “Rentetan perawi haditsnya shahih.” dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib: 1692)
Tujuan bekerja keras, bukanlah sekedar memenuhi naluri yakni hidup untuk kepentingan perut saja. Islam memberikan pengarahan kepada suatu tujuan filosofi yang luhur, tujuan yang mulia, tujuan yang ideal yang sempurna yaitu keimanan, berta’abbud, menghambakan diri untuk mencari keridaan Allah ﷻ. Semua usaha seorang muslim yang bercorak duniawi maupun ukhrowi pada hakikatnya tertuju pada satu titik yaitu keridaan Allah ﷻ (mardhatillâh).
https://hrd.uii.ac.id/bekerja-sebagai-manifes-keimanan/