22/02/2026
KENAPA TIDAK ADA KATA NANTI UNTUK MENUNTUT ILMU
Karena Imam Syafi'i rahimahullah pernah menggubah syair yang sangat dalam maknanya:
مَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً، تَجَرَّعَ ذُلَّ الْجَهْلِ طُوْلَ حَيَاتِهِ
"Barangsiapa yang tidak mau merasakan pahitnya belajar meski sesaat, maka ia akan meneguk hinanya kebodohan sepanjang hidupnya."
Makna di Balik Kalimat Ini
Imam Syafi'i ingin mengingatkan kita bahwa:
Belajar itu Melelahkan: Menuntut ilmu memang butuh pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, bahkan biaya. Itulah "rasa pahit" yang dimaksud.
Kebodohan itu Menghinakan: Orang yang malas belajar mungkin merasa "santai" sekarang, namun di masa depan ia akan sering merasa rendah, sulit mengambil keputusan, atau mudah dibodohi orang lain.
Pilihan yang Adil: Kita hanya punya dua pilihan; bersusah payah saat belajar sekarang, atau bersusah payah karena tidak tahu apa-apa nanti.
Hadis yang Senada (Tentang Pentingnya Ilmu)
Meskipun kutipan di atas adalah perkataan ulama, ada hadis Nabi ﷺ yang mendukung prinsip bahwa ilmu adalah pembeda antara kemuliaan dan kerugian:
الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرَ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا
"Dunia itu terlaknat dan segala isinya terlaknat, kecuali zikir kepada Allah dan yang berkaitan dengannya, serta orang yang berilmu (guru) atau orang yang menuntut ilmu (murid)." > (HR. Tirmidzi & Ibnu Majah)
Jadi yuk tanamkan dalam hati..dan niat dari sekarang sebab Jika Anda merasa lelah saat ini karena sedang belajar, ingatlah bahwa "Rasa pahit" yang Anda rasakan sekarang adalah obat untuk mencegah "Rasa hina" di masa depan.