28/01/2026
Jakarta - Virus Nipah dilaporkan merebak di India yang membuat kewaspadaan global meningkat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pun memberikan imbauan agar masyarakat waspada.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman mengatakan yang mengkhawatirkan dari Virus Nipah adalah tingkat kematiannya cukup tinggi. Untuk gejala berat, tingkat kematian Virus Nipah bisa mencapai 40%-70%.
"ini yang memang harus diwaspadai oleh masyarakat," kata Aji setelah acara peresmian Primaya Hospital Kelapa Gading pada Selasa (27/1/2026).
Virus Nipah juga merupakan penyakit zoonotik yang ditularkan dari hewan, terutama di kelelawar buah. Penyebaran melalui air liur, urin, darah, dan daging yang dikonsumsi.
Dia menjelaskan bahwa masyarakat perlu waspada terhadap konsumsi daging hingga buah-buahan yang telah terkontaminasi
"Pasti setiap penyakit yang ada berasal dari virus itu memang pencegahan terbaik adalah mengontrol imunitas," ujar Aji.
Apabila sakit selepas berpergian dari luar negeri, terutama India segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Dia menjelaskan masa inkubasi virus biasanya 3 sampai 4 hari.
"Jadi kalau dalam waktu itu, terutama kalau misalnya dari luar negeri atau dari India, terus mengalami gejala-gejala demam, batuk, sakit kepala, segeralah memasak ke rumah sakit," ujarnya.
Virus Nipah sendiri dilaporkan merebak di India, tepatnya di wilayah Benggala Barat. Dilansir dari Independent, sekitar 100 orang dikarantina setelah virus tersebut terdeteksi di sebuah rumah sakit.
Seorang dokter, perawat, dan anggota staf lainnya dinyatakan positif setelah dua kasus pertama yang dikonfirmasi pada seorang perawat pria dan wanita dari distrik yang sama.
Merebaknya virus ini juga membuat Thailan, Nepal, dan Taiwan termasuk di antara negara dan wilayah yang telah meningkatkan langkah-langkah pencegahan.
Thailan telah memberlakukan skrining kesehatan di bandara untuk mencegah virus Nipah masuk ke negaranya.
Dalam pernyataan resmi, pihak Otoritas Penerbangan Sipil Thailan mengatakan kebijakan skrining ini akan disesuaikan secara dinamis berdasarkan perkembangan situasi π
Sumber: Bisnis.com