14/07/2025
Renung untuk kita para orang tua
Masa Lalu dan Masa Sekarang
Zaman dulu, orangtua tak pandai ceramah. Tapi hidup mereka sendiri adalah ceramah yang panjang. Tak ada loudspeaker, tak ada konten parenting, tak ada pelatihan ayah-bunda. Tapi anak-anak mereka tumbuh mencintai agama, menghormati ilmu, dan takut berbuat salah. Sebab mereka melihat teladan yang tak dibuat-buat. Ayahnya bangun malam bukan karena dijadwalkan, tapi karena rindunya pada Tuhan. Ibunya tak banyak bicara, tapi satu kata darinya cukup membuat anak-anak menunduk.
Dulu, keluarga dibangun dengan keikhlasan. Rumah tangga tak selalu bahagia, tapi kesabarannya nyata. Anak-anak tak dimanjakan, tapi dimuliakan dengan adab. Tak semua orang tua lulusan sekolah tinggi, tapi mereka punya kecerdasan langka: tahu mana yang halal, mana yang haram; tahu kapan menegur, kapan memeluk; tahu bahwa anak bukan pajangan, tapi titipan Tuhan.
Kini, zaman sudah berubah. Orang pintar banyak, tapi kebaikan langka. Di mana-mana ada orang salah. Salah bicara, salah sikap, salah tujuan hidup. Banyak yang jadi kepala rumah tangga tapi tak pernah betul-betul memimpin. Banyak yang jadi ayah tapi tak tahu bagaimana menjadi panutan. Banyak yang jadi ibu tapi lebih sibuk dengan layar ketimbang wajah anaknya.
Zaman ini memang aneh. Tapi barangkali bukan zamannya yang salah. Kita saja yang sudah terlalu jauh dari yang dulu disebut "orang shalih". Kita lebih s**a jadi populer ketimbang jadi panutan. Lebih s**a bicara kebaikan ketimbang menjalankannya.
Dan anak-anak pun tumbuh bingung. Sebab mereka melihat orangtuanya pandai menyalahkan zaman, tapi tak pandai meneladani kebaikan.
Mari tebar kebaikan