15/09/2026
3 Tanda Ginjal Kucing Mulai Bermasalah Yang Sering Tidak Di Sadari
Penyakit ginjal pada kucing sering kali berkembang secara perlahan. Karena kucing pandai menyembunyikan rasa sakit, beberapa gejalanya sering dianggap wajar atau terabaikan oleh pet owner.
1. Perubahan Pola Minum dan Buang Air Kecil (Polydipsia & Polyuria)
Kucing tiba-tiba minum jauh lebih sering atau lebih banyak dari biasanya, dan kotak pasirnya mendadak lebih cepat penuh/basah. Ginjal yang bermasalah kehilangan kemampuan untuk mempekatkan urine. Akibatnya, air langsung terbuang dalam jumlah banyak, membuat kucing terus-menerus merasa haus untuk mencegah dehidrasi. Pemilik kerap menganggap ini pertanda bagus (“kucing rajin minum”), padahal bisa jadi sinyal awal kerusakan ginjal.
2. Bau Mulut Khas (Uremic Breath) dan Mulut Terasa Sakit
Napas kucing berbau menyengat tidak biasa (sering kali berbau seperti amonia atau bahan kimia), disertai liur berlebih, malas mengunyah, atau sariawan di gusi dan lidah. Kerusakan ginjal membuat limbah beracun (seperti urea) menumpuk di dalam darah (uremia). Penumpukan racun ini merembet ke saluran pencernaan dan area mulut, memicu iritasi hingga peradangan luka/sariawan.
3. Perubahan Perilaku Ringan & Penurunan Berat Badan Perlahan
Kucing tampak sedikit lebih lemas (lethargic), memilih tidur di tempat dingin (seperti lantai keramik), atau mulai pilih-pilih makanan hingga berat badannya turun tipis secara bertahap. Rasa mual akibat racun uremik yang menumpuk membuat selera makan kucing turun naik. Karena prosesnya berlangsung bertahap, pemilik kerap mengira kucing hanya sedang bosan dengan makanannya atau mulai menua.
—
Jika kucing kamu menunjukkan tanda-tanda di atas, disarankan untuk segera membawa ke dokter hewan untuk dilakukan tes darah serta tes urine. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang menjaga fungsi ginjalnya tetap baik.