08/10/2025
Cerita Komentar Pak Purnomo Setelah Makan dengan Beras Jambangan
Pak Purnomo adalah seorang tetangga Pak Sandi yang dikenal s**a berkomentar jujur tentang makanan. Siang itu , ia diundang makan siang di rumah Pak Sandi, di mana hidangan utamanya adalah nasi Beras Jambangan dengan lauk seadanya: goreng tahu, udang, tempe dan sayuran.
Mereka semua duduk bersama, dan Pak Purnomo langsung mengambil setangkup nasi hangat. Ia mencicipi sambal terasi yang gurih, lalu menggabungkannya dengan nasi pulen Beras Jambangan.
Setelah beberapa suapan, Pak Purnomo berhenti sejenak, mengunyah dengan perlahan, lalu berkata dengan nada khasnya yang polos, "Hmmm... Ini Beras Jambangan bener-bener 'mbokne'! Pulennya pas banget!"
Bu Yani yang memasak tersenyum mendengar itu. "Wah, terima kasih Pak Purnomo ! ini Beras Jambangan yang Medium"
Pak Purnomo melanjutkan, "Kalau lauknya cuma seadanya kayak gini, tapi pakai Beras Jambangan, rasanya tetep 'nglegak' di lidah! Sambal terasinya gurih, udang gorengnya kriuk... Pokoknya, kombinasi sempurna!"
Pak Sandi yang duduk di sebelahnya langsung penasaran. "Pak Purnomo, apa artinya 'mbokne' dan 'nglegak', Pak?"
Pak Purnomo tertawa. "Itu bahasa Jawa, Pak. 'Mbokne' artinya top banget, juara! Dan 'nglegak' itu artinya enak banget, kayak memenuhi selera."
Nana ikut nimbrung. "Wah, berarti Beras Jambangan Pak Sandi juara d**g, Pak!"
Pak Purnomo mengangguk mantap. "Iya, Mas. Beras Jambangan ini cocok buat lauk apa saja. Seadanya kayak hari ini, tetep enak! Malah kayak nambah rasa lauk-lauknya."
Pak Sandi yang mendengar pujian itu tersenyum bangga. "Alhamdulillah, berarti beras dari saya tidak sia-sia, ya."
Akhir Cerita
Pak Purnomo menghabiskan nasinya dengan lahap, lalu menutup dengan senyum puas. "Makan pakai Beras Jambangan, lauk seadanya pun jadi spesial. Bu Yani, masakanmu tambah jos gandos!"
Bu Lestari tertawa. "Terima kasih, Pak! Makan bersama-sama memang yang paling enak!"