26/06/2020
Mana yang Lebih Bernutrisi, Sayuran Hidroponik atau Sayuran Organik?
20 Nov 2019 | Azelia Trifiana
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Belakangan, pop**aritas menanam sayuran hidroponik semakin naik daun. Teknik berkebun dengan metode hidroponik tidak perlu area luas, bahkan lahan sempit sekalipun tak masalah. Meskipun ditanam tidak menempel dengan tanah, sayuran hidroponik punya nutrisi yang sama bagusnya seperti sayuran lain.
Bahkan tak sedikit orang yang menjadikannya sebagai bisnis menjanjikan dengan keuntungan jutaan rupiah. Banyak yang menyebut metode hidroponik ini sebagai cara bercocok tanam kekinian.
Keunggulan menanam sayuran dengan cara hidroponik
Berbeda dengan sayuran organik yang dibudidayakan tanpa bahan kimia apa pun, termasuk antibiotik, dan ditanam di media tanah, sayuran hidroponik justru tidak tergantung kondisi tanah. Tak perlu lahan luas, metode hidroponik bisa ditanam di area sempit sekalipun.
Selain itu, sayuran hidroponik tidak bergantung pada iklim karena pertumbuhannya bergantung pada sistem filtrasi air, oksigen, dan mineral. Media tanam utama sayuran hidroponik adalah air dengan tingkat sterilisasi yang jauh lebih mudah dipantau.
Unsur hara untuk sayuran hidroponik pun diberikan dalam bentuk ion sehingga bisa terserap langsung oleh tanaman. Biasanya, sayuran hidroponik juga lebih aman dari serangan hama.
Bagaimana nutrisi sayuran hidroponik?
Mengingat sayuran hidroponik tidak memerlukan pestisida untuk melindungi dari serangan hama dan penyakit, jelas bahwa sayuran hidroponik tetap bernutrisi. Bahkan dibandingkan sayuran konvensional, sayuran hidroponik lebih bernutrisi.
Perlu diingat p**a bahwa sayuran hidroponik mampu menghasilkan vitamin mereka sendiri. Bahkan, siapa pun yang membudidayakan sayuran hidroponik bisa menambahkan elemen seperti kalsium, magnesium, atau elemen lebih kecil seperti zinc dan zat besi.
Biasanya, sayuran hidroponik juga tumbuh lebih besar dan lebih segar. Masa panennya juga lebih cepat karena pemberian nutrisi yang maksimal selama masa tanam.
Dibandingkan dengan menanam sayur dengan metode konvensional, sayuran hidroponik bisa panen lebih cepat hingga 50%.
Jenis sayuran yang bisa ditanam secara hidroponik
Mengingat nutrisi sayuran hidroponik bisa lebih tinggi ketimbang sayuran yang ditanam dengan cara konvensional, tak ada salahnya mencari tahu lebih jauh apa saja jenis sayuran yang bisa ditanam secara hidroponik.
Beberapa di antaranya adalah; Bayam, Buncis, Brokoli, Kangkung, Seledri, Timun, Sawi hijau, Pare, Pakcoy, Kailan, dan Selada hijau
Setiap jenis sayuran hijau di atas sangat baik jika dikonsumsi secara rutin. Nilai positifnya lagi, sayuran hidroponik bisa disimpan lebih lama dan tidak mudah rusak.
Apalagi saat ini, lahan pertanian semakin langka bahkan jumlah petani pun mengalami penurunan. Artinya, peluang untuk budidaya tanaman atau sayuran hidroponik pun semakin lebar.
Memang, harga sayuran hidroponik lebih mahal ketimbang sayuran konvensional. Meski demikian, permintaan pasar untuk sayuran hidroponik bukannya menurun justru semakin meningkat.
Itulah mengapa sekarang semakin banyak petani hidroponik yang mulai membuka kebun dan menjajal teknik hidroponik yang cukup efisien. Tak perlu bertani dengan cara konvensional seperti mencangkul dan memberi pupuk satu persatu, metode hidroponik lebih ringkas dan efektif.
Terlepas dari sayuran apa yang Anda konsumsi, entah itu yang ditanam dengan cara konvensional, hidroponik, atau organik, yang penting adalah menyadari betapa pentingnya mengonsumsi sayur setiap hari, setiap kali waktu makan tiba.
Sumber :
https://www.sehatq.com/artikel/mana-yang-lebih-bernutrisi-sayuran-hidroponik-atau-sayuran-organik