21/11/2025
IBELIS YANG KUFUR PALING BENCI MELIHAT UMAT BERSHODAQAH................................................................................
LOGIKA CERDAS KENAPA KITA HARUS INFAQ
=====================================
بسم الله الرحمن الرحيم
Ada suatu cerita....
Dulu sekitar tahun 1970-an, ada orang jamaah yang pekerjaannya tukang becak dengan penghasilan Rp 1.000/hari dengan jumlah tanggungan 1 istri + 5 anak.
Lalu Bapak KH. Nurhasan bertanya kepada orang jamaah tersebut :
"Apakah penghasilanmu yang Rp. 1.000/hari itu CUKUP untuk memenuhi kebutuhan kamu + istri dan 5 anakmu sehari-hari ??"
Jamaah tadi menjawab: "Tidak cukup Pak"
"Kalau misalnya, penghasilanmu ditambah Rp. 100 atau Rp. 200/hari apa menjadi cukup ??" tanya Bapak KH. Nurhasan lagi.
Dia jawab: "Meski ditambah Rp. 200/hari tetap saja TIDAK CUKUP Pak"
Lalu Bapak KH. Nurhasan memberi nasehat :
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
"Kalau begitu, karena sama-sama tidak cukupnya, maka kamu KURANGI saja penghasilanmu Rp. 50/hari untuk INFAQ. Dan yang kamu pakai untuk kebutuhan sehari-hari adalah Rp. 950. Karena kamu perlu infaq, perlu cari pahala, perlu punya tabungan di akhirot dengan keadaan yang bagaimana saja. Semoga dengan infaq ini menjadikan PAHALA yang meninggikan derajat kamu di SURGA kelak dan kamu insya Allah akan mendapat pertolongan dari Allah". dst....
******//*****//******//
Ini lah BUKTI bahwa kita punya GURU sekaligus IMAM yang "MENTHOLO" kepada Jamaah/Rokyah-nya dalam urusan MEMBELA AGAMA. Tujuannya supaya sama² punya tabungan pahala di akhirot kelak. Sama² bisa masuk Surga selamat dari Neraka
Lagian, .. nanti dia juga dapat santunan dari Keimaman sebagai Duafak. Uangnya yaa dari uang infaq tadi, infaq dari semua jamaah dikumpulkan jadi satu, dikelola oleh Keimaman, kemudian di distribusikan ke "pos" masing². Garis besarnya ketika kita Infaq, itu sudah dapat Pahala, kemudian uang infaq kita itu digunakan untuk bikin bangunan tempat ibadah seperti Masjid², Pondok², Gedung² Serba Guna, Ukhro guru² pondok, Sarana dan Prasarana pondok, Listrik, Air, Menghormati Tamu, dll... Juga ada yang dikembalikan ke duafak, anak yatim, janda², dst... Infaq itu dari kita dan untuk kita. Catet !!
Ini lah enaknya hidup di dalam Jamaah, diramut dan diurusi. Ibadahnya diurusi, akhirotnya diarahkan, dan urusan dunianya dibantu. Masya Allah... Kuwalahan sukur Guys 😊😊
Silakan diambil hikmah dari cerita sejarah Bapak KH. Nurhasan ini... 😊😊
KOMENTAR MBAK RIKA
====================
Infaq itu perlu, makan juga perlu, nyaur hutang juga perlu... Semuanya perlu
Jadi kita harus pintar² dalam mengatur dapur kita... 😊😊
👉 Kalau kita punya uang, hanya untuk makan saja, maka kita akan menjadi miskin di akhirot, karena tidak pernah infaq dengan alasan tidak cukup.
👉 Begitu juga kalau kita rajin infaq, makan lancar, tapi hutang banyak, bahkan sampe mati belum kesaur, sedangkan ahli warits-nya juga tidak nyaur, maka kita akan menjadi orang yang bangkrut (muflis) besok di akhirot
👉 Begitu juga infaq lancar, nyaur hutang lancar, tapi makan kekurangan, bahkan njagakno shodaqoh-nya tetangga, atau pemberian orang lain, itu juga tidak baik, karena sebaik² nya makanan yang kita makan itu adalah hasil dari keringat kita, meskipun bekerja sebagai pengumpul kayu bakar. Silahkan dilihat al-Hadits nya
Untuk itu kembalikan ke diri kita masing², bagaimana enaknya, sehingga ibadah menjadi enteng, enak, tidak merasa berat, dengan harapan makan OK, infaq juga OK, nyaur hutang juga OK, di akhirot lebih OK lagi (punya banyak Tabungan Pahala 😊)
Jadilah orang yang CERDAS... !! Siapa itu orang yang cerdas ... ?? Silahkan perhatikan hadits berikut ini :
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ
Artinya : Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Orang yang CERDAS adalah orang yang mempersiapkan dirinya dan beramal untuk HARI setelah KEMATIAN, sedangkan orang yang BODOH adalah orang jiwanya mengikuti hawa nafsunya dan berangan angan kepada Allah". (HR. Tirmidzi)
Dalinya begitu, tinggal kita pilih yang mana, Menjadi orang CERDAS ??
Apa menjadi orang BODOH ??
Itu semua kembali ke diri kita masing²... 😊😊
MIKIR !!!!
SEMOGA TERCERAHKAN ....
Zemoga Khomr Zadar