29/04/2018
Regrann from - PayTren itu ya jualan. Jualan, ya pasti ada untungnya, insyaaAllah. Selama ini, keuntungan itulah yang dinikmati segelintir orang.
Terhadap yang segelintir orang, bisnis disebut sah dan biasa. Kita belom terbiasa, melihat satu usaha yang dinikmati bersama2 keuntungannya. Setidaknya, usaha yang menghargai pembeli sekaligus sebagai owner.
Skrg sdh mulai bermunculan kesadaran ini. Tidak sedikit kemudian supermarket yg lahir dari komunitas. Mereka patungan. Bikin supermarket. Dan modalin mulai dari pendirian, sampe permodalan isi dan operasional. Patungan. Pake koperasi. Lalu mereka ya tetep belanja. Sebab belanja kan ya sebuah keharusan. Kewajiban. Apalagi kebutuhan harian, mingguan, dan bulanan. Tapi mereka belanja di supermarketnya sendiri. Sehingga keuntungannya, ya buat mereka sendiri. Puluhan tahun, bahkan mungkin berbilang abad, roda usaha, dan mata rantai ekonomi, diserahkan kepada kapitalis tunggal atau bbrp konglomerasi saja.
Saatnya bangsa, rakyat, ummat, komunitas, yang memiliki segala opportuniti, kesempatan, keuntungan, yg trjadi, di negerinya sendiri. Dan bahkan ikutan ekspansi ke berbagai negara di dunia.
Di gambar, nampak Pak Ngudi Hananto. Sosok yg prestatif. Giat bekerja. Presentasi sana presentasi sini. Dan beliau, beserta tim nya, sudah mulai sangat merasakan. Belum lagi taburan kebaikan dan hikmah, kebajikan dan kepositifan. Selamat. Dan jg buat Anda semua, keluarga besar PayTren, dan siapapun yang mau bangkit, berubah, dan sekaligus menjadi pemenang, di Indonesia, dan di percaturan global.
Jangan lupa sore2, baca surah anti susah, anti miskin, dan pelunas utang... al Waaqi'ah atau ar Rahmaan. Dan rasakan keajaiban surah2 ini. Salam. -