16/12/2024
KISAH YANG PUNAH
Kuingin menguntai kembali detak waktu seperti dahulu
Bersamamu menenun lembaran malam pada bingkai syahdu
Bercumbu dalam rayu
Jadikan dua raga dalam satu
Begitu banyak kisahmu kisahku kisah tentang kita
Kini menjadi kitab usang yang tak bisa lagi kubaca
Manisnya cerita tentang kita terhapus sudah
Yang tersisa hanyalah lembaran buram yang telah papah
Singgahmu hanya serupa nafas setalu lafas
Lalu pergi meninggalkan bekas
Bersama rembulan engkau datang menitipkan kenangan
Kemudian menghilang di punggung lautan meninggalkan kepedihan
Hatiku terluka namun tak berdarah
Jiwaku membusuk tetapi tak bernanah
Aku teraniaya
Sekarat dan hampir binasa
Mengenangmu aku terluka
Melupakanmu takkan bisa
Menuliskan kembali tentangmu aku tak kuasa
Menghapus kisah kita aku tak berdaya