08/02/2026
✨ DRAKOR IDOL I
SINOPSIS EPISODE 7 PART 2
Sena kebangun masih di posisi duduk semalaman. Belum sempat narik napas panjang, dia langsung cus ke kantor kejaksaan.
Baru nyampe, kabarnya udah bikin jantung copot:
Laik udah diinterogasi 2 jam, dan jaksa sekarang nyari Jaehee yang tiba-tiba menghilang.
Jaksa Kwak bilang ke Laik,
“Setelah kamu ngasih info yang nyulitkan kamu sendiri, saksi kuncimu malah ilang.”
Nada suaranya jelas banget—kayak nuduh tanpa nuduh.
Laik sadar, ini mulai diarahkan ke dirinya.
Dan pas Sena masuk buat ngebela, Jaksa Kwak santai bilang,
“Ini atas kemauan Laik sendiri. Dia juga berhak mecah kuasa pengacaranya.”
Keluar ruangan, Sena narik lengan kemeja Laik.
Berusaha jelasin:
“Ini bahaya kalau kamu tanpa pengacara.”
Tapi Laik langsung motong.
Apa pun yang keluar dari mulut Sena sekarang cuma terdengar kayak kebohongan.
Udah gak bisa dipercaya.
Sena jujur.
Iya, awalnya dia ambil kasus ini karena ngefans.
Tapi dia juga bilang, sebagai pengacara, dia berusaha profesional.
Dia ngerasa ada yang janggal.
Investigasinya aneh.
Pernyataan Laik masuk akal.
Laik yang ia bela beda dari persona Laik GoldBoys di layar.
Dan justru itu yang bikin Laik makin sakit.
“Laik yang kamu bela… itu alasan aku gak bisa maafin kamu,” katanya.
“Karena kamu gak bisa bedain mana aku sebagai manusia, mana aku sebagai produk.”
Dia marah bukan karena dibohongi.
Tapi karena Sena bikin dia percaya lagi.
Dengan mata berkaca-kaca, Laik memecat Sena.
Lalu ke manajernya ia bilang,
“Aku udah gak ada hubungan apa pun sama dia. Jangan panggil dia lagi.”
Sena cuma bisa terdiam di depan lift.
Semua kata Laik muter di kepalanya.
Jaksa Kwak lewat, nyengir.
“Dipecat ya?”
Sena dingin.
“Kalau aku gak sibuk, aku bisa bikin kamu lebih sibuk.”
Jaksa Kwak nyolot balik,
“Aku udah sibuk. Jaehee hilang.”
Dan di situ Sena paham.
Jaksa Kwak gak bisa investigasi terbuka.
Kalau tersangka berubah lagi, dia harus ngaku kalau seluruh penyelidikannya kacau total.
Makanya, Laik terus ditekan.
Buat Sena, Jaksa Kwak makin mirip ayahnya.
Menentukan putusan dulu, baru cari bukti belakangan.
“Harusnya tugas jaksa itu ngebuktiin tuduhan, bukan mutusin nasib orang,” kata Sena.
Jaksa Kwak nyenggol masa lalu Sena.
“Kalau kesalahan terbukti, putusan udah jelas bersalah. Kamu harusnya paham itu.”
Dan dengan nada merendahkan:
“Dulu maupun sekarang, kamu gak akan bisa ngalahin aku.”
Pintu lift kebuka.
Jaksa Kwak masuk.
“Turunlah. Jangan naik lagi.”
Dan Sena berdiri di situ.
Bukan kalah.
Tapi sedang menunggu waktu yang tepat untuk balik menyerang.
🔥