09/02/2026
Ada seorang anak yang mempunyai pemikiran berbeda dalam keluarganya.
Suatu ketika si anak ingin merantau, dengan bersusah payah sang anak meyakinkan orangtuanya untuk bisa hidup mandiri, akhirnya sang anak mendapatkan ratu darti orang tuanya.
Diperantaun, sang anak tertatih-tatih mencoba membangun masa depan yang diimpikan.
Lambat Laun satu persatu tujuan dan keinginannya tercapai, hingga suatu saat sang anak harus berkumpul kembali dengan orangtuanya.
Sang anak paham bahwa merawat orang tua adalah baktinya, sehingga sang anak perlahan mulai meninggalkan rutininasnya dalam mengejar mimpi.
Dalam keseharian, sang anak tetap bekerja sambil terus merawat dan menafkahi orang tuanya.
Sampai tiba masanya sang anak membutuhkan bantuan untuk hidupnya, tetapi tidak seorangpun yang membantu, bahkan orang tua yang dirawatpun seperti tidak peduli dengan kehidupan sang anak, orangtuanya menganggap sang anak harus berbakti jika tidak sang anak dianggap anak durhaka.
Sang anak tetap berjuang sendirian tanpa ada yang membantu maupun mendukungnya. Ditengah beban berat yang menghantamnya sang anak tetap terus memenuhi kewajibannya untuk merawat orang tuanya.
Apakah sang anak adalah anak tunggal? Tidak, dia mempunyai saudara kandung, tetapi semua kewajiban hanya menjadi miliknya.
Lalu apa yang terjadi, sang anak yang dulunya mempunyai mimpi-mimpi yang ingin digapai berhenti dengan kata memenuhi kewajiban dan bakti.
Lalu apakah semuanya baik-baik saja? Jawabannya tidak
Hanya sabar yang dimilikinya.
Lalu apa yang bisa diambil pelajaran dari kisah ini?
Jika nanti kita menjadi orang tua, cobalah hentikan diktator kepada anak, karna anak harus melanjutkan hidupnya. Masa orang tua telah usai setelah anaknya dewasa. Cukup doakan anak agar dapatenggapai mimpi-mimpinya