22/02/2024
Pemulung sukses
Di sebuah desa tinggallah seorang ibu dan seorang anak. Seorang anak yang bernama tini sedang menempuh pendidikan SD dan seorang ibu sebagai pemulung.
Mereka hidup di gubuk yang sederhana. Gubuk yang beratapkan bambu dan berbilik anyaman rotan. Dan ditambah bambu yang dirajang menjadi bentuk seperti papan. Papan yang terbaut dari bambu membiliki sebagian dari rumah sederhana mereka.
Pekerjaan hari _ hari seorang ibu adalah memulung dan menafkahi anak semata wayang itu. Terus begitu setiap hari. Dan seorang anak tidak merelakan ibunya sendirian berkerja mencari sesuap nasi. Dia juga membantu ibunya setiap hari, ketika dia pulang dari sekolah. Sampai anak semata wayang ini tuntas penempuhan cita_citanya. Sehingga ia mendapat gelar S1 manajemen.
Selama meraih cita_ citanya sampai finish, dia tetap membantu ibunya karena biaya untuk meraih cita_citanya dari pekerjaan menurut banyak orang pekerjaan itu hina tapi sesungguhnya itu halal. Setelah tini mendapat pekerjaan tetap di perusaahan terbesar dan mendapat upah yang sangat besar, dia langsung membeli rumah . Tini menyuruh ibu jangan memulung lagi, karena ibu sudah tua dan ibu tinggal diam di rumah menikmati usia tua. Biarkan aku saja yang menafkahi ibu. Ibu timi pun merasa bahagia dan sangat bersukacita dengan kehagiaan yang tak sebahagia dulu. Tini ikut bahagia bersama ibunya, dengan segala dedikasi yang diperjuangkan bersama setakat di titik ini.
Kamis, 22022024