S e n j a

S e n j a . 90%

KONTEN

REUPLOAD

~ Two Figures ~Ada dua tipe pejabat negara yang identik dengan lemah SDM nya. Ia yang memiliki sedikit pengetahuan tetap...
01/06/2026

~ Two Figures ~

Ada dua tipe pejabat negara yang identik dengan lemah SDM nya. Ia yang memiliki sedikit pengetahuan tetapi merasa paling tahu semuanya dan ia yang memiliki sedikit kekuasaan tetapi merasa paling berhak mengatur segalanya. Keduanya sama-sama berbahaya, karena tata negara lebih dikuasai kepentingan daripada kemaslahatan yang berjangka. Yang pertama, ia cenderung lebih sibuk pamer daripada menambah pengetahuannya. Merasa cukup hanya dengan sedikit informasi, lalu berbicara seolah memahami semuanya. Sehingga jumawa terhadap kebenaran yang tak semestinya. Dan yang kedua, ia cenderung menggunakan jabatan kecilnya untuk menunjukkan arogansinya. Sulit menerima kritik dan merasa dirinya lebih penting dari siapapun juga. Kekuasaan yang seharusnya menjadi pengabdian, berubah menjadi alat untuk meninggikan egonya. Pengetahuannya tidak melahirkan "renjana" dan kekuasaannya tidak membuahkan "lencana". Maka, ketika sebuah negara dipenuhi dua pejabat tipe ini, inilah cikal-bakal keterpurukan suatu negara.

Ini dia alasan kenapa Indonesia ditekan terus oleh pihak asing, semakin Indonesia berkembang maka akan menjadi ancaman m...
01/06/2026

Ini dia alasan kenapa Indonesia ditekan terus oleh pihak asing, semakin Indonesia berkembang maka akan menjadi ancaman menurut mereka.

Proff Yusril menjadi saksi sejarah dimana G
negara kita dihantam ekonominya saat menjadi macan Asia di tahun 1997, mulai dari sekarang kita harus mandiri bukan hanya jadi pengeksport bahan mentah saja

kata prof yusril "Orang-orang Barat itu tidak akan pernah mau Indonesia itu mampu menjadi negara yang masuk ke era teknologi kritik ekonomis.Kemarin tentang ekonomi Indonesia saya baca berulang-ulang, ujung-ujungnya ya, mau mengembalikan kita seperti era pak harto.
Akhirnya bangsa, kita ini hanya jadi bangsa pengekspor bahan-bahan mentah, yang nilai ekonominya tidak sebanding ketika sudah di menjadi produk-produk mesin dan teknologi di zaman modern.
saya pengalaman betul pada waktu pak harto hampir kita ini sudah menjadi the Asian tiger, tahun 97, kekuatan ekonomi terpenting di Asia pada waktu itu, karena pak harto bisa naikkan pertumbuhan ekonomi sampai 8% pada waktu itu, mereka tidak s**a digoncang kita dengan mata uang berantakan semua.
Ketika kita kalang-kabut, IMF datang.Saya menjadi saksi sejarah dengan pak murdiono pada waktu itu, bagaimana IMF mengatakan kami akan membantu Indonesia.Kita itu ibaratnya bayi lahir nggak dewasa masuk inkubator.Ya, dia akan bantu kita, tapi dengan beberapa permintaan.
Salah satu permintaannya itu DANA untuk pengembangan iptn minta dihentikan.Kenapa orang-orang Barat itu tidak akan pernah mau Indonesia itu mampu menjadi negara yang masuk ke era teknologi.
Mereka tahu kalau iptn itu dikembangkan terus, Indonesia akan bisa.Mungkin hari ini kita sudah miskin, bisa bikin pesawat tempur sendiri.Mereka nggak mau kita digagalkan di situ.Itu generasi muda harus paham.

pa gk malu sama ank tuhhh gk punya duit kahh buat ke hotelll cek in๐Ÿ˜„๐Ÿ˜ƒ apa saking nafsunya gk bsa di thn yah๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„
31/05/2026

pa gk malu sama ank tuhhh gk punya duit kahh buat ke hotelll cek in๐Ÿ˜„๐Ÿ˜ƒ apa saking nafsunya gk bsa di thn yah๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Tepat satu tahun pasca-putusan monumental Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan negara membiayai pendidikan dasar tan...
31/05/2026

Tepat satu tahun pasca-putusan monumental Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan negara membiayai pendidikan dasar tanpa dipungut biaya di sekolah negeri maupun swasta, implementasinya dinilai masih jalan di tempat.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai momentum yang lahir pada 27 Mei 2025 lalu itu kini justru menjadi bukti nyata pengabaian konstitusi secara sistematis oleh pemerintah.

Secara ketatanegaraan, membiarkan Putusan MK soal pendidikan gratis ini mangkrak selama satu tahun dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap sumpah jabatan Presiden.

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menegaskan bahwa pembiaran ini bukan lagi sekadar kelalaian administrasi, melainkan tindakan inkonstitusional yang sengaja dilakukan hingga merusak tatanan hukum negara.

"Jika seorang Presiden bisa mengabaikan putusan lembaga peradilan tertinggi di negara ini tanpa konsekuensi apa pun, maka kita tidak sedang dipimpin oleh hukum (rule of law), melainkan sedang tunduk pada kekuasaan absolut yang menggunakan hukum sekadar sebagai instrumen stempel kekuasaan (rule by law)," kritik Ubaid dalam pernyataannya, Selasa (25/5/2026).

JPPI juga menyoroti adanya pergeseran prioritas anggaran yang tidak logis secara hukum dan hak asasi manusia.

Pemerintah kerap berdalih tidak memiliki ruang fiskal yang cukup untuk mendanai sekolah swasta gratis, namun di saat yang sama justru memasukkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam komponen 20 persen anggaran pendidikan.

Langkah ini disebut sebagai bentuk kanibalisme anggaran yang mengorbankan pembiayaan siswa, operasional sekolah, perbaikan infrastruktur yang rusak, hingga jaminan kualitas dan kesejahteraan guru.

Berdasarkan hitungan JPPI, hampir 30 persen fungsi pendidikan habis tersedot ke program MBG pada APBN 2026.

"Pemerintah bangga mengklaim telah mematuhi Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 soal alokasi 20 persen anggaran pendidikan. Namun secara materiil, itu adalah kebohongan statistik," ujar Ubaid.

JPPI mempertanyakan keputusan pemerintah yang dengan mudah membiayai infrastruktur dapur MBG, namun nampak kesulitan mengeluarkan ada untuk perbaikan sekolah-sekolah yang rusak.

"Pemerintah juga dengan cepat dapat sejahterakan karyawan SPPG, tapi mengapa selalu mbulet kalo ditanya soal kesejahteraan guru?" kata dia.

Lepas Tanggung Jawab di SPMB 2026

Dampak nyata dari mangkraknya putusan MK ini langsung dirasakan masyarakat pada momentum SPMB 2026. Ketika anak-anak tersingkir dari jalur seleksi sekolah negeri karena keterbatasan kuota, pemerintah daerah (Pemda) dinilai kejam karena membiarkan orang tua berjuang sendiri memutar otak mencari sekolah swasta dan menanggung biayanya yang mahal.

Padahal, merujuk Putusan MK, jika anak tidak tertampung di sekolah negeri, Pemda wajib secara aktif menyalurkan dan membiayai anak tersebut di sekolah swasta.

"Membiarkan orang tua membayar sendiri biaya sekolah swasta karena anak mereka tidak lolos SPMB atau kuota negeri yang minim adalah bentuk pemerasan struktural oleh negara. Rakyat dipaksa cari jalan keluar sendiri, padahal konstitusi memerintahkan negara yang harus memfasilitasi dan membiayai, bukan malah orang tua yang pusing cari bangku sekolah buat anaknya," protes Ubaid.

Atas dasar rapor merah satu tahun putusan MK tersebut, JPPI melayangkan tiga tuntutan kepada pemangku kebijakan:

Presiden RI segera menerbitkan regulasi turunan (Perpres/PP) untuk mengimplementasikan Putusan MK terkait pembebasan biaya pendidikan dasar di sekolah swasta demi mengakhiri diskriminasi.
Pemerintah dan DPR RI harus menghentikan manipulasi anggaran pendidikan 20% dan segera mengeluarkan program logistik pangan (MBG) non-pendidikan dari postur anggaran fungsi pendidikan.
Para Kepala Daerah segera menerbitkan diskresi darurat pada SPMB 2026 untuk menjamin pembiayaan penuh bagi siswa yang terpaksa masuk ke sekolah swasta akibat keterbatasan kuota negeri melalui mekanisme APBD.

Pagi ini jam 10.00 wib sy sedang duduk nyabut rumput depan rumah Mobil C**t gundul berhenti dipinggir jalan ternyata mog...
30/05/2026

Pagi ini jam 10.00 wib sy sedang duduk nyabut rumput depan rumah Mobil C**t gundul berhenti dipinggir jalan ternyata mogok membawa orang sakit bapak bapak itu ngobrol dan sibuk telp bicaranya mau kerumah sakit mendengar obrolan kurang lebih 10 menit saya berdiri bertanya mau kemana ternyata diatas mobil bak ini seorang bapak sekarat sedang sakit mau dibawa ke RSUD Cideres dari ujung jaya kab. Sumedang, kebetulan mobil saya tdk ada dirumah lalu saya tanya bapak bapak itu kenapa tdk pake ambulan puskesmas ujung jaya ceritanya juga panjang, dari pada mendengar cerita sy minta bapak supir paksakan aja mobilnya dihidupkan akhirnya kami dorong dan puji Tuhan bisa jalan mobilnya.
Yang ingin saya katakan menyedihkan sekali bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan.

Gaji Menteri Tak Ada Apa-apanya Dibanding Pendapatanku  Perdebatan panas mewarnai jagat publik usai   Hak Asasi Manusia,...
30/05/2026

Gaji Menteri Tak Ada Apa-apanya Dibanding Pendapatanku

Perdebatan panas mewarnai jagat publik usai Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menuduh pengacara kondang Paris iri lantaran dirinya tak menduduki jabatan menteri. Tak diam saja dituduh demikian, langsung memberikan balasan tegas dan tajam lewat unggahan videonya, Rabu (27/5/2026).

Melalui akun Instagramnya, Hotman Paris membantah keras tuduhan rasa iri yang dilontarkan Pigai. Ia menegaskan sama sekali tidak berminat berkarier di dunia maupun . Bagi dia, menjadi pengacara dan pengusaha jauh lebih memberikan kebebasan dan manfaat yang nyata bagi banyak orang.

โ€œSaya tidak iri sama sekali, malah tidak pernah tertarik jadi pejabat atau menteri. Profesi saya pengacara dan pengusaha, pendapatan saya jauh di atas gaji seorang menteri. Gaji menteri itu tak ada apa-apanya dibanding apa yang saya dapatkan,โ€ tegas Hotman dengan nada tegas...!!!

Bukan hanya soal materi, juga menyoroti kinerja dan peran keduanya di mata masyarakat. Ia mengaku sering turun langsung menangani kasus warga kecil bahkan menggunakan pribadi, sementara ia menilai Pigai justru jarang bersuara atau bertindak nyata terkait kasus-kasus pelanggaran yang terjadi di tanah air.

โ€œSaya sering bantu rakyat kecil, bayar sendiri biaya hukumnya. Kalau Pak Pigai, sejak jadi menteri, kasus HAM besar mana yang sudah beliau selesaikan atau angkat suaranya? Belum ada, kan?โ€ ucapnya menyorot kinerja menteri tersebut.!!!!!

Pernyataan ini langsung menjadi sorotan tajam . Banyak yang menilai perdebatan ini mempertajam pandangan mengenai kinerja pejabat negara dibandingkan kontribusi tokoh publik di luar . Hingga kini, belum ada tanggapan balasan resmi dari Natalius Pigai terkait pernyataan keras dari pengacara terkenal ini.

Sumber: Tribunnewsdotcom

Jawab jujur
29/05/2026

Jawab jujur

Ginggiapeun begalna Oge ningali benget bapa mah berat
29/05/2026

Ginggiapeun begalna Oge ningali benget bapa mah
berat

Seekor orangutan Kalimantan menjadi bintang video viral mancanegara saat ia menantang ekskavator bak pahlawan super di t...
28/05/2026

Seekor orangutan Kalimantan menjadi bintang video viral mancanegara saat ia menantang ekskavator bak pahlawan super di tengah pembukaan lahan. Video ini diunggah oleh akun lingkungan Eropa, eeb_europe, memperlihatkan momen haru ketika si orangutan bertengger di atas pohon tumbang, sementara alat berat terus menggerus hutan tropis.

Akun eeb_europe menyoroti parahnya deforestasi global yang semakin menggila berkat permintaan gila-gilaan akan kelapa sawit, kayu, kopi, kakao, dan kedelai. Setiap menit, sekitar 100 pohon lenyap demi kebutuhan dunia, termasuk dari negara Uni Eropa.

Bagi beberapa orang, ini mungkin hanya sekedar โ€œpembukaan lahan.โ€ Tapi bagi orangutan, hutan adalah istana, restoran, taman bermain, dan ruang hidup sejak mereka lahir. Saat hutan ditebang, satwa liar perlahan kehilangan rumah dan terpaksa lebih dekat dengan manusia.

Walau video ini bukan rekaman baru, tapi kembali mencuat dan dianggap sebagai simbol perlawanan satwa liar terhadap kerusakan habitat. Para warganet internasional merasa terenyuh melihat pemandangan ini: hewan kecil melawan mesin raksasa demi rumahnya.

Ironisnya, saat satwa muncul di perkebunan atau pemukiman, mereka dianggap โ€œmengganggu manusia.โ€ Padahal, bisa jadi manusialah yang lebih dulu menginvasi wilayah mereka.

Peristiwa yang melibatkan seorang santriwati berinisial F (22) asal Desa Kedungkebo, Pekalongan, menarik perhatian publi...
28/05/2026

Peristiwa yang melibatkan seorang santriwati berinisial F (22) asal Desa Kedungkebo, Pekalongan, menarik perhatian publik setelah ia dilaporkan hamil dan melahirkan tanpa pernah mengaku memiliki hubungan dengan seorang pria. Dalam pertemuan dengan perangkat desa dan pihak kepolisian, keluarga santriwati tersebut memilih untuk menerima kejadian ini sebagai ujian dan takdir dari Allah SWT.

Keluarga juga menegaskan bahwa mereka tidak ingin menyalahkan siapa pun atau memperpanjang permasalahan ini. Bayi laki-laki yang lahir dari situasi tersebut dilaporkan telah diadopsi oleh sebuah keluarga di Banjarnegara. Di sisi lain, pihak desa meminta masyarakat untuk tidak membuat spekulasi yang berlebihan dan tetap menghormati privasi keluarga yang bersangkutan.

Address

Amerika
Sumedang
90001

Telephone

+6289528300244

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when S e n j a posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to S e n j a:

Share