S e n j a

S e n j a . 90%

KONTEN

REUPLOAD

No berapa yang kamu s**a 🤪
28/06/2026

No berapa yang kamu s**a 🤪

Malaysia negara yg menghidupi rakyat nya ..Indonesia negara yg dihidupi oleh rakyat nya ..
19/06/2026

Malaysia negara yg menghidupi rakyat nya ..
Indonesia negara yg dihidupi oleh rakyat nya ..

Negara mana yang kalian s**a ...?      **a    berat
15/06/2026

Negara mana yang kalian s**a ...?
**a berat

Joget Mulu Nih Orang Loh Yaaa 🗿😹Hendrik Irawan adalah pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Batujajar, Kab...
11/06/2026

Joget Mulu Nih Orang Loh Yaaa 🗿😹

Hendrik Irawan adalah pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, yang kembali menjadi sorotan netizen setelah kedapatan menghadiri acara konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Presiden Prabowo Subianto di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor.

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 12.173 penggerak program MBG dari seluruh Indonesia dalam acara bertajuk "Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition". Acara ini bertujuan memperkuat komitmen, koordinasi nasional, serta memberikan apresiasi kepada para mitra pelaksana program gizi nasional.

Kehadiran Hendrik di barisan ribuan penggerak tersebut memicu reaksi keras dan kritik dari warganet. Di tengah acara, ia bahkan terlihat kembali memperagakan aksi joget ikoniknya di depan mitra SPPG lainnya.

Publik merespons negatif karena pada Maret 2026, Hendrik sempat viral akibat membuat konten video "Joget Cuan" di area dapur gizi miliknya sambil memamerkan klaim insentif Rp6 juta per hari. Akibat pelanggaran etika kepatutan, standar higienitas, dan tata letak operasional, Badan Gizi Nasional (BGN) saat itu menjatuhkan sanksi berupa pembekuan sementara terhadap dapur SPPG yang dikelolanya.

Kemunculannya di acara resmi kepresidenan membuat netizen mempertanyakan kejelasan status kemitraannya serta efektivitas evaluasi sanksi yang sebelumnya dijatuhkan oleh BGN.

Sahroni Sepertinya Sudah Muak Dengan Statement Pigai Loh Yaaa 😹 Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memberikan...
08/06/2026

Sahroni Sepertinya Sudah Muak Dengan Statement Pigai Loh Yaaa 😹

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memberikan respons keras terhadap usulan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang menginginkan kalangan sipil bisa menduduki jabatan strategis di institusi kepolisian.

Sahroni menyarankan agar Pigai lebih memusatkan perhatiannya pada permasalahan HAM di Indonesia alih-alih mengurusi struktur kelembagaan Polri.

Sahroni melontarkan pernyataan agar Pigai "jangan usul yang enggak-enggak" dan memprioritaskan penanganan berbagai kasus pelanggaran HAM yang saat ini masih membutuhkan penyelesaian dari pemerintah.

Usulan terkait sipil menduduki jabatan di Polri dinilai tidak relevan disampaikan di tengah berlangsungnya pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Polri di DPR.

Mang Dadan dipilih dilantik Oleh kokoh Jokowi, Lalu di anugrahi bintang Mahaputra oleh kokoh wowo, bahkan dipuji sebagai...
08/06/2026

Mang Dadan dipilih dilantik Oleh kokoh Jokowi, Lalu di anugrahi bintang Mahaputra oleh kokoh wowo, bahkan dipuji sebagai jiwa patriotik, kemudian dicopot, usai korup tercium media...
Memang konoha banyak sandiwaranya..🤣🤣🤣🤣

Kentu berjamaah...

Liat Peluang, Jepang Ajak WNI Pindah Negara Dengan Hadiah Gaji 27 Juta per BulanDi tengah perlambatan ekonomi global dan...
07/06/2026

Liat Peluang, Jepang Ajak WNI Pindah Negara Dengan Hadiah Gaji 27 Juta per Bulan

Di tengah perlambatan ekonomi global dan meningkatnya persaingan tenaga kerja, Jepang justru semakin aktif membuka peluang bagi pekerja Indonesia. Negara dengan populasi yang menua itu menghadapi kekurangan jutaan tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan, mulai dari sektor perawatan lansia, manufaktur, konstruksi, pertanian hingga jasa.

Bagi banyak WNI, peluang ini menawarkan sesuatu yang semakin sulit didapatkan di dalam negeri: pekerjaan yang stabil, penghasilan yang kompetitif, dan jenjang karier yang jelas. Tak heran jika minat bekerja ke Jepang terus meningkat setiap tahun, terutama di kalangan usia produktif yang ingin meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.

Fenomena ini sekaligus menjadi cermin bagi Indonesia.
Dengan bonus demografi yang masih dimiliki, tantangan terbesar bukanlah kekurangan tenaga kerja, melainkan bagaimana menciptakan lapangan kerja berkualitas yang mampu menyerap jutaan angkatan kerja baru setiap tahunnya. Ketika negara lain berlomba mencari pekerja, Indonesia masih berjuang menarik investasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap mampu menciptakan pekerjaan.

Bekerja di Jepang tentu bukan pilihan yang mudah. Jauh dari keluarga, perbedaan budaya, dan tuntutan disiplin kerja yang tinggi menjadi konsekuensi yang harus dihadapi. Namun bagi sebagian orang, kesempatan tersebut menjadi jalan untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Pertanyaannya, jika peluang yang sama tersedia di Indonesia, berapa banyak yang masih memilih pergi ke luar negeri

Korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp353 triliun terungkap, dengan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BG...
04/06/2026

Korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp353 triliun terungkap, dengan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan dua pejabat lainnya menjadi tersangka. Kejaksaan Agung, melalui Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), telah menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan pengelolaan Program MBG untuk tahun 2025-2026.

Ketiga tersangka yang ditahan pada Rabu, 3 Juni 2026, adalah DH selaku mantan Kepala BGN, SS yang merupakan mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, dan LP selaku mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan.

Penyidik mengungkap bahwa program MBG, yang merupakan salah satu program prioritas nasional dengan total anggaran mencapai Rp85,27 triliun pada 2025 dan Rp268 triliun pada 2026, diduga diselewengkan melalui pengaturan penunjukan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah yayasan yang menjadi mitra program tersebut diduga terafiliasi dengan para tersangka dan tetap diloloskan meskipun tidak memenuhi persyaratan. Yayasan-yayasan ini diduga meraih keuntungan miliaran rupiah setiap hari, dengan total mencapai triliunan rupiah setiap tahun.

Selain itu, para tersangka juga diduga melakukan intervensi dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN, yang mengakibatkan sejumlah pengadaan tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan serta adanya praktik markup harga. Beberapa pengadaan yang menjadi sorotan mencakup 21.801 unit motor listrik senilai lebih dari Rp1 triliun, 32 ribu pasang sepatu, 31.994 unit tablet, serta 5.400 unit televisi 75 inci, yang diduga tidak memenuhi ketentuan dan mengalami pembengkakan harga.

Kejaksaan Agung menyatakan bahwa tindakan para tersangka telah mengakibatkan kerugian keuangan negara, meskipun nilai kerugian tersebut masih dalam proses perhitungan. Para tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru. Untuk kepentingan penyidikan, ketiga tersangka ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung dan Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Wah kok plot twistnya sangat mengenyutkan begitu mendadak ya lurs. Opo gara2 Dadan bocor alus gak bisa kontrol ucapannya...
04/06/2026

Wah kok plot twistnya sangat mengenyutkan begitu mendadak ya lurs. Opo gara2 Dadan bocor alus gak bisa kontrol ucapannya? Atau krn mau ekspansi ke Jeddah? Atau setorannya kurang?

Yg jelas buat rakyat jelantah jangan senang dulu. Krn siapapun kepala BGN tetap aja MBG nggapleki. Pergantian pucuk pimpinan BGN dari Dadan ke Deyang bisa diibaratkan lolos dari mulut bencis jatuh ke mulut boti 😂😆🤣

04/06/2026

Address

Amerika
Sumedang
90001

Telephone

+6289528300244

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when S e n j a posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to S e n j a:

Shortcuts

Share