08/05/2026
Jujur Saja, MBG Memang Bermanfaat. Tapi...
Tahukah Kamu?, Ini adalah sebuah tulisan tentang MBG (Makan Bergizi Gratis) yang kami sengaja tulis dengan sejujur-jujurnya. Memposisikan diri kami sebagai orang tua yang merasakan langsung bagaimana dampak MBG untuk kami, anak-anak kami bahkan keluarga kami.
Jika bicara secara jujur, MBG memang memiliki manfaat bagi kami sebagai orang tua yang biasanya harus rempong di pagi hari menyediakan bekal untuk anak. Sejak ada MBG, tidak perlu lagi menyiapkan bekal. Lumayan hemat beberapa ribu rupiah sehari.
MBG memang memiliki manfaat, terutama untuk kami yang bisa bekerja di Dapur MBG. Kami yang sebelumnya menganggur kini bisa dapat pekerjaan dengan gaji Rp3 juta per bulan.
MBG memang memiliki manfaat bagi kami yang bekerja di sekolah. Biasanya tidak membawa pulang apa-apa, semenjak ada MBG kami bisa bawa pulang susu, bawa pulang makanan yang bisa kami simpan dan berikan kepada anak-anak.
Tapi jujur saja, jika bicara soal manfaat, bahkan seekor nyamuk yang mengganggu pun juga memiliki manfaat. MBG memang memiliki manfaat, tapi itu adalah manfaat jangka pendek. Manfaat itu tidak dapat memutus rantai kemiskinan, manfaat itu tidak bisa mensejahterakan kami secara signifikan, manfaat itu tidak bisa membuat kami bertumbuh dan bangkit menjadi orang kaya.
Sekalipun manfaat itu tiba-tiba hilang, dampaknya bagi kami tidak signifikan. Palingan kami kembali menyiapkan bekal untuk anak-anak kami yang memang seharusnya sudah menjadi tugas kami. Palingan kami terpaksa harus menganggur dan mencari pekerjaan lain di pabrik hal yang sudah biasa bagi kami rakyat kecil. Palingan kami tidak lagi membawa makanan dari sekolah, sesuatu yang sudah biasa dalam puluhan tahun kami mengajar. Toh juga tidak merugikan kami sedikit pun.
Bagi kami, MBG memang bermanfaat, tapi manfaat itu tidak sebanding dengan kekhawatiran kami terhadap masa depan negeri ini.
Kekhawatiran terhadap anggaran negara yang membengkak, menyebabkan penumpukan utang yang mengerikan bagi negara akibat program MBG yang begitu besar.
Kekhawatiran terhadap anggaran negara yang berkemungkinan dikorupsi secara ugal-ugalan oleh para tikus di setiap penyaluran program MBG.
Bagi kami, kami lebih s**a diberi pancing dan ilmu bagaimana cara memancing daripada kami diberi begitu saja ikan yang bisa membusuk jika kami tidak segera memasaknya.
Bukan karena kami membenci pemerintah.
Kami terlalu cinta pada negeri ini. Kami lebih mengharapkan generasi kami di masa depan bisa menangkap ikan sendiri atau bahkan membudidayakan ikan daripada generasi kami mengantri menerima ikan gratis.
Coba bayangkan andai anggaran MBG dialihkan untuk pendidikan?
Kualitas pendidikan jadi lebih berkualitas, semua anak muda bisa menjadi sarjana.
Anak-anak muda berpotensi yang selama ini terkendala biaya kini bisa menjadi sarjana hukum, sarjana teknik, sarjana kedokteran, sarjana pertanian, atau bahkan pengusaha mandiri.
Itulah yang akan benar-benar memutus rantai kemiskinan dan membangun bangsa yang kuat.
Jadi MBG Memang Bermanfaat, tapi sayang seribu sayang manfaat dari MBG Tak sebanding dengan Anggaran besar yang telah digelontorkan oleh Negara!