20/09/2023
Sudah hampir 5 tahun kau menderita. Tak bisa bermain sebagaimana teman temanmu, tak bisa makan makan yang kau mau, tak bisa menikmati hidup di setiap detik nadimu. Sejak kandungan kau tersiksa karna penyakit yang bersarang di jantungmu, baru belajar merangkak kau oleng dan jatuh sakit kau kembali dalam keadaan tak bisa merangkak, baru berjalan semester kau sudah kelelahan, baru makan makanan ringan kau langsung panas dan tersiksa, mau makan es cream sekali sendok kau langsung jatuh sakit.
Hingga tiba saatnya kau sudah rapuh saat puncak penyakitmu mulai menyiksamu, kami berdo'a seribu ayat agar kau di sembuhkan kemudian tuhan memberikan jalan terbaiknya, di usia yang masih mungil harus merasakan pisau medis. Tapi aku merasa lega aku percaya kau kuat sebagaiman saat bayimu yang di ponis tak selamat tapi kau kuat hingga tumbuh menjadi anak balita
4 hari kami menunggu, belum juga kau keluar dari ruang ICU yang menyeramkan itu, hingga datang kabar gembira di hari Jum'at pagi kau akan keluar ruang ICU setelah melewati beberapa kendala. Masa kritis yang lama, penurunan denyut nadi dan banyak hal yg kau lalui. Kami menunggumu di depan pintu besar dimana kita terpisahkan, sudah berjam jam kami menunggu tapi belum juga muncul suara ceryamu hingga seutas kata di lontarkan perawat membawa kebahagiaan dan hari yang sangat mendalam bahwa kita akan bertemu lagi di pintu ini
Dengan suara serak kau menangis menghentakkan kaki tanganmu memukuli kami, aku tau perasaanmu sudah lama tak bertemu dengan bagian dari dirimu kamu pasti sangat rindu begitupun kami di sini sangat rindu, tak peduli kau memukul aku memeluk dan menciummu, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi dengan orang asing kecuali dalam kendala seperti ini. Meski begitu banyak jarum dan selang yg masih melekat di tubuhmu tapi aku bahagia kau selamat, kau kuat, kita akan pulang bersama.
Beberapa hari di rawat nadimu belum juga stabil hingga di sarankan untuk menggunakan nadi bantuan, bak sebuah robot