23/03/2024
Intip Aktifitas kopra saat melakukan cungkel daging kelapa.
Halmahera Utara- Begi i aktifitas para pemburuh rupiah, para petani tampak bersemangat saat panenan buah kelapa.
Rangga salah satu petani kopra sedikit menceritakan, betapa sulitnya pekerjaan panenan buah kelapa hingga proses produksi menjadi kopra.
Menurut Rangga, proses ini memakan waktu berbulan-bulan.
Kenapa tidak, seba proses produksi kopra dari buah kelapa, terlebih dlu menebang rumput kelapa.
Dimana rumput tersebut, saat dipanjatkan pohon kelapa agar buah kelapa yang jatuh dari pohon dapat dilihat.
Setelah itu, menarasikan rumput, akan ada proses panjat pohon kelapa.
"Dari maras rumput sampai panjat buah kelapa, ini karunya hampir 1 bulan, " kata rangga sabtu (23/3/2024).
Lanjut cerita rangga, usai panjat bua kelapa yang jatuh akan di kumpul menjadi satu tempat, kalau diangkut menggunakan biar, menuju tempat pengasapan (Pura-pura) bahasa daerah.
Setelah di tempat pengasapan, buat kelapa dibelah menjadi dualalu di cungkel dagingnya.
"Buah kelapa yang tadinya masih di pohon kelapa, kami angkut tempat pengasapan, lalu kami belah menjadi dua bagian," tuturnya.
Dijelaskan rangga, setelah itu petani kmbali beraktifitas cungkel saginganya ditempatkan di tempat pengasapan untuk proses menjadi kopra.
"Sudah di cungkel, daging akan fufu, (pengasapan) menggunakan batik kelapa, untuk menjadi kopra, " jelasnya.
Proses pengasapan kata rangga, ini memakan waktu cukup lama.
"Proses pengasapannya untuk dijadikan kopra dan siap di jual, memakan waktu sampai 20 jam, " ujarnya.
Pekerjaan petani kopra menurut dia, adalah pekerjaan yang berat, sebab, usai produksi kopra menunggu waktu yang cukup lama.
Dimana waktu tersebut sampai kembali proses kopra hingga 4 sampai 5 bula baru kembali panen.
"Kami petani, kalau panen buah kela, dan dijadikan kopra, waktunya 4 sampai 5 bulan,