Karya anak gunung

Karya anak gunung Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Karya anak gunung, Grocers, Wamena.

PEMIMPIN ADAT PAPUA DAN SEKALIGUS MERANGKAP KETUA DPRD PAPUA DENGAN TEGAS TOLAK KELOMPOK OPMKETUA ADAT NYATAKAN BAHWA PA...
21/10/2024

PEMIMPIN ADAT PAPUA DAN SEKALIGUS MERANGKAP KETUA DPRD PAPUA DENGAN TEGAS TOLAK KELOMPOK OPM

KETUA ADAT NYATAKAN BAHWA PAPUA SELAMANYA INDONESIA DAN BAGIAN NKRI SAMPAI MATI
--------------------------------------------------
• Penulis: Yohanes Musanus P***n
• Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa

Pemimpin ADAT dan ketua DPRD PAPUA Ondoafi Besar Skouw Yambe, Abisai Rollo, SH, MH menegaskan Tanah Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan itu sudah final, tidak ada tawar menawar sedikitpun.

“Jadi Tanah Papua itu sudah ada dalam bagian dalam NKRI sejak Indonesia ini merdeka pada tahun 1945,” ucap Abisai Rollo ketika ditemui Wartawan Tribun-Papua.com di Jayapura, Rabu (3/5/2023) sore.

Menurut Abisai Rollo, dalam konteks Papua, bukan lagi NKRI harga mati karena pakai kata harga pasti ada tawar menawar. Untuk itu NKRI sampai mati, itu jauh lebih tepat.

Rollo pun berharap agar suatu waktu dia bisa kembali bertemu dengan bapak Presiden Joko Widodo, dia ingin menyampaikan kalau setuju dengan kalimat NKRI harga mati diganti menjadi NKRI sampai mati. Ini supaya semua menyadari bahwa dasar yang paling utama adalah mari kita mencintai negara Indonesia.

Lanjut Rollo, saat ini negara ini penuh dengan segala macam persoalan dan bagaimana masyarakat itu mau sejahtera kalau tidak ditanamkan dalam dirinya mencitai Negara Indonesia ini sepenuh hati.

“Kalau kita semua mencintai Negara Indonesia ini dengan sepenuh hati,saya sangat yakin kesejahteraan itu akan diraih,” pintanya.

Lanjut Abisai Rollo, di Tanah Papua memang masih ada banyak persoalan yang terjadi. Khususnya di daerah Pegunungan ada yang belum sejalan dan sependapat dengan saudara – saudara lainnya.

“Saya pikir perlu ajak mereka, bawa mereka untuk bergabung dengan kita. Supaya kita semua menjadi warga negara kesatuan Republik Indonesia. Kalau mereka masih terus melawan. Pemerintah dalam hal ini pihak TNI/Polri dan aparat keamanan melakukan tindakan hukum. Tetapi saya ingin supaya kita harus memahami untuk mencintai NKRI,”ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Jayapura ini.

Di kesempatan ini p**a Ondoafi Abisai Rollo memiliki rencana kedepan ingin membuat satu buku yang isinya mencintai negara Kesatuan Republik Indonesia sampai mati.

“Itu akan saya buat dalam buku agar kita dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat kita di Jayapura, di Tanah Papua dan di seluruh Indonesia. Bahwa kita harus mencintai negara ini,” tandasnya. (*).

ARISTOTELES DAN MURIDNYA     " KEMENANGAN PERTAMA DAN TERBESAR ADALAH MENAKLUKKAN DIRI SENDIRI"            Pagi hari di ...
04/07/2024

ARISTOTELES DAN MURIDNYA

" KEMENANGAN PERTAMA DAN TERBESAR ADALAH MENAKLUKKAN DIRI SENDIRI"

Pagi hari di tepi pantai, sinar matahari mulai muncul di cakrawala, memancarkan cahaya keemasan yang memantul di permukaan air. Burung-burung berkicau dan ombak dengan lembut menyapu pasir. Aristoteles dan muridnya, Alexios, berjalan santai di sepanjang pantai, dengan suara ombak dari pantai.

---

Alexios: "Guru, aku selalu bermimpi menjadi seorang pemimpin yang bijaksana dan adil. Tapi aku merasa ada banyak hal yang perlu kupelajari dan kuasai. Bagaimana aku bisa mencapai kebijaksanaan itu?"

Aristoteles: " Alexios, seorang penguasa yang bijaksana adalah dia yang terlebih dahulu menguasai dirinya sendiri. Kebijaksanaan sejati datang dari dalam, dari pengendalian atas keinginan, emosi, dan dorongan diri kita."

Alexios: "Mengapa penting untuk menguasai diri sendiri sebelum bisa memimpin orang lain?"

Aristoteles: " Lihatlah ke laut ini, Alexios. Sebuah kapal hanya bisa berlayar dengan baik jika nahkodanya tenang dan fokus, tidak terpengaruh oleh badai di sekitarnya. Jika seorang pemimpin tidak bisa mengendalikan amarahnya, ketakutannya, atau ambisinya, bagaimana dia bisa mengambil keputusan yang adil dan bijaksana untuk orang-orang yang dipimpinnya?"

Alexios: " Jadi, menguasai diri sendiri adalah fondasi bagi seorang pemimpin?"

Aristoteles: " Tepat sekali. Penguasaan diri memungkinkan seorang pemimpin untuk bertindak dengan tenang dan rasional, bahkan di tengah tekanan dan krisis. Seorang pemimpin yang dikuasai oleh emosinya sendiri akan mudah terombang-ambing dan membuat keputusan yang merugikan.

Alexios: "Tapi bagaimana cara kita bisa menguasai diri sendiri, Guru?"

Aristoteles: "Pertama-tama, kita harus mengenali dan memahami emosi dan keinginan kita. Ketika kamu merasa marah, tanyakan pada dirimu sendiri; "Apa yang menyebab amarah ini? Apakah itu sesuatu yang bisa kuubah atau terima,

Mengapa Merdeka....?Setelah kita bertanya Untuk Apa Merdeka, saat ini, pertanyaan lainnya adalah Mengapa Merdeka....?Per...
04/07/2024

Mengapa Merdeka....?

Setelah kita bertanya Untuk Apa Merdeka, saat ini, pertanyaan lainnya adalah Mengapa Merdeka....?

Pertanyaan Mengapa Merdeka, mengandung dua aspek, yaitu;
1). Alasan
2). Tujuan

Yang Pertama,
Merdeka karena dijajah, distigma; a. primitif, b. kolot, c. kuno, d. belum beradab, e. animisme, f. dinamisme, g. tidak beradab, h. telanjang, i. kanibal, bodoh.

Kembali lagi, ke topik utama; Merdeka karena;
1). seseorang atau sekelompok orang dan atau suatu bangsa masih dijajah dan distigma.
2). seseorang atau sekelompok orang dan atau suatu bangsa masih dihegemonisasi oleh oleh pemikiran kolonialis

Ya ! Bagian pertama Merdeka itu karena seseorang, sekelompok orang dan atau suatu bangsa masih dianggap sebagai Binatang. Maka dia, sebagai individu, kelompok, dan atau bangsa mesti keluar dari anggapan dan atau hegemoni pemikiran bangsa lain tentang dirinya, tentang bangsanya.

Yang kedua, iyalah tujuan;
1. Menunjukkan eksistensinya dirinya sebagai individu, kelompok dan bangsa yang bebas, tidak terikat dari semua hegemoni

2. Menentukan Nasib dirinya, kelompoknya dan bangsanya sendiri tanpa kekangan
...
Bersambung
RB. UNIKAB

Tidk perlu menemukan sebuah pertanyaan kalo yg d tnyakan Hal yg Sama😊
05/05/2024

Tidk perlu menemukan sebuah pertanyaan kalo yg d tnyakan Hal yg Sama😊

Selamat jalan adik daku DEFRI NOP WENDADi sisi nya. Tuhan yang memberi Tuhan mengambil. Sisi yang kanan bapak di sorga
14/04/2024

Selamat jalan adik daku DEFRI NOP WENDA

Di sisi nya. Tuhan yang memberi Tuhan mengambil. Sisi yang kanan bapak di sorga

Ketika sebuah bangsa mengizinkan dirinya ditindas tanpa perlawanan, mereka mengizinkan sejarah untuk menulis tragedi mer...
14/04/2024

Ketika sebuah bangsa mengizinkan dirinya ditindas tanpa perlawanan, mereka mengizinkan sejarah untuk menulis tragedi mereka sendiri.

Diamnya sebuah bangsa dihadapan penjajah bukanlah tanda perdamaian, melainkan tanda penerimaan. Sebab, Penjajah hanya dapat terus berkuasa jika bangsa yang ditindas memilih untuk diam dan pasrah

Ketika sebuah bangsa memilih untuk diam dalam ketidaksetujuan terhadap penjajah, mereka tidak hanya merelakan diri mereka sendiri ditindas, tetapi juga menyerahkan masa depan generasi mendatang untuk hidup dalam belenggu yang sama.

Rakyat bangsa terjajah dan penjajah harus sadari bahwa Hak untuk melawan penjajahan adalah bagian dari hak asasi manusia yang tak bisa ditawar-tawar.
Tn. Egi

Surat kekasihTetap semangat berjuang sampai akhir
08/04/2024

Surat kekasih
Tetap semangat berjuang sampai akhir

19/01/2024

Negara ini disiksa oleh rakyat West Papua ait mata selalu menetes 😭

Ap one Warak
19/01/2024

Ap one Warak

"All you need is love, Love is All You need" Begitu dendang Beatles sembari membawa tema-tema Revolusi Hippies dalam cin...
19/01/2024

"All you need is love, Love is All You need" Begitu dendang Beatles sembari membawa tema-tema Revolusi Hippies dalam cinta, tidak, dalam eros, dalam seksualitas. Jargon tersebut dapat kita terima, tentunya dengan menyertakan koreksi dan kritik. Upaya-upaya hippies untuk menubuhkan revolusi-cinta bukanlah isapan jempol belaka, di sisi lain, ini bukanlah bentuk tertinggi dari koeksistensi cinta dan revolusi. Cita-cita membebaskan cinta, mewujudkan cinta-bebas seperti ini tak pelak akan ditertawakan diktum Emma Goldman: 'Cinta bebas? Seakan-akan cinta itu sendiri tidaklah bebas!' Tidak p**a kita akan menampik arti penting dari ritus 'sans' untuk meluluhkan jiwa-jiwa fasis yang menjadi tameng baginda Kapitalisme.
_
Memaknai kutipan dari Marx di atas dengan sekilas tentu akan mengundang cemoohan macam: 'Ah, cintamu kok menuntut untuk dibalas! Dasar FASIS!' Sekilas kritik macam ini dapat disebut tepat sasaran, dengan catatan bahwa kita mengesampingkan aspek dialektis dari pernyataan Marx di atas. Memahami dialektika berarti p**a memahami gerak makna kata yang terus-menerus, bak menelusuri 'trace' Derridean. Maka mari kita berupaya menafsirkan, alih-alih makna definitif yang statis, menuju makna dialektis yang dinamis.
_
Praktik pengutipan Marx yg serampangan niscaya menjebak kita dalam suatu jebakan interpretasi pseudo-Marxian. Membicarakan cinta tanpa menyandingkannya dengan alienasi dan tanpa menempatkannya dalam problematik Marx perihal produksi-diri sebagai pelampauan atas masyarakat kapitalis yang alienistik adalah kekeliruan tipikal dari mufassir-mufassir yg tak sabar dan tak kuat menapaki terjalnya makna dialektika.
_
Penafsiran pertama: 'Seorang laki-laki yang cintanya bertepuk sebelah tangan itu sungguh malang'. Nah, apakah kita dengan tega menyamakan proposisi Marx dengan gagasan dangkal kaum senja-rindu-kopi semacam ini? Gagasan ini mengandaikan relasi cinta sebagai suatu praktik transaksional dalam mekanisme pasar: 'A menjual cinta kepada B, B enggan membeli dari A'. Konsekuensi logisnya, cinta dalam relasi ini adalah komoditas: 'A menganggap cintanya sebagai komoditas yang ia harap dibeli B yang pada gilirannya memberikan cintanya, sebagai pertukaran komoditas dalam praktik kuasi-barter'.
_
Penafsiran kedua: Marx menolak konsepsi pertama, dengan strategi 'Buddhisme'* (dalam arti sempit sebagaimana pepatah bijak: keinginan adalah sumber penderitaan), ia 'seharusnya' menganjurkan setiap manusia menanggalkan harapan tentang dibalasnya cinta yang ia berikan. Cinta yang sejati adalah cinta tanpa syarat, yang diberikan oleh sebuah lilin untuk menerangi yang-lain sembari membakar dirinya sendiri hingga habis, dus, nirvana!!!
_
Penafsiran Ketiga: Dengan memasukkan cinta ke dalam konteks alienasi kapitalisme; dan menganggap cinta sebagai pelampauan dari segala keterasingan yang secara fenomenologis 'disebabkan' oleh fungsi akal, rasionalitas yang menegasi apa-yang-di-luar-diri, yang di satu sisi melahirkan kedirian, dan kemudian ke-sen-diri-an. Dus, kesepian, kegalauan, keresahan, dan segala serangga yang menyangga. Cinta-lah yg akan mengikis akar-akar alienasi dalam masyarakat hari ini: komodifikasi; yang melahirkan fetisisme komoditas (dalam artian sempitnya, suatu isme baru di mana segala hal dilihat sebagai komoditas yang harus dibeli lewat kerja-kerja kapitalistik-eksploitatif, dari baju yang merupakan komoditas fisik-sosiologis, hingga diri yang merupakan komoditas psikis-fenomenologis) kompetisi; sebagai suatu nilai tertinggi dari (pseudo)kebebasan pasar-bebas, di mana, laiknya suatu transendensi-relasi kuasi-agama, yang mana 'atas dasar keimanan aku mencintaimu' ikatan-ikatan sosial-kultural dilepas demi persaingan dalam medan perang bernama laizzes-faire: 'engkau memang keluargaku sedarah, tetapi demi menjunjung prinsip sakral kompetisi, engkau hanyalah alat bagi tujuan-tujuan PRIBADI-ku' 'Aku mencintaimu atas dasar iman kapitalistik' ketiga, isolasi, suatu bentuk kenaifan liberalistik yg mengandaikan bahwa 'sendiri lebih baik' bahwa hanya dengan mengurus diri sendiri, maka urusan kita sendiri selesai: suatu gagasan yg melupakan akal sehat dalam bentuk yg paling sederhana: 'kau lahir di dunia bukan dengan cara masturbasi-diri belaka!'
_
Maka, penafsiran yg dialektis akan mengarahkan kita kepada makna yg dinamis, yang aktif, bahwa apa yg dimaksud oleh pernyataan Marx kira-kira adalah: 'Sebab cinta adalah suatu praxis pelampauan atas alienasi kapitalisme, dan dengan cinta kita serta-merta mempraktikkan produksi-diri terus-menerus menuju diri yg semakin humanis dan naturalis; maka praktik semacam ini, jika hanya terjadi pada diri sendiri, tidak lain dari suatu etika borjuistik dalam konsepsi tentang diri. Jika kita mencintai untuk mengikis alienasi, maka cinta ini bukanlah kepemilikan pribadi, ini adalah hak setiap manusia, maka, cinta yang berhasil adalah cinta yang timbal-balik, yang sama-sama menghasilkan diri, yang sama-sama melahirkan produksi-diri di dalam ranah psikofisiologis, sosio-fenomenologis antar subjek yang kini ditindas oleh kapitalisme, yang dari hari ke hari semakin alienistik!!!'
Tunas Gibin

Pertama-tama, Selamat ulang tahun Sartre, berapa hari lalu. Ini adalah teks yg seharusnya lahir tanggal 21 Juni (hmm sea...
19/01/2024

Pertama-tama, Selamat ulang tahun Sartre, berapa hari lalu. Ini adalah teks yg seharusnya lahir tanggal 21 Juni (hmm seandainya Sartre lahir satu hari berikutnya, secara romantik kita memiliki zodiak yg sama, hehe). Tentu saja Sartre yg diam di surga sana tak peduli tulisan ini, tapi biarlah (di surga, karena baginya neraka adalah orang lain, atau mungkin dia justru bertemu Garcin, Inez & Estelle?)

Kedua, Selamat sore kamuuu ^^. Ups, bukan, yg kedua, kali ini sy tidak sedang menulis suatu miskuotasi atas Sartre (sebagaimana template biasa yg terilhami Dewan Kesepian Jakarta), atau setidaknya, ini bukan sekedar suatu miskuotasi, ini adalah suatu interpretasi, yup, miskuotasi adalah sebentuk interpretasi (/dekonstruksi?). Ini adalah upaya pelampauan atas interpretasi parsial atas Sartre.

Ketiga, kita sedang membicarakan konsepsi Cinta, sebagai salah satu perwujudan relasi interpersonal dalam lanskap filosofis Sartrean. Tanpa berpretensi untuk dapat menjawab pertanyaan "what does love means to you?"; Ini adalah suatu upaya penjabaran (yg teramat singkat dan miskin) atas cinta, cinta menurut Sartre (persisnya, bagaimana konsep ini lahir dan berkembang seturut balikan dan belokan filosofis Sartre, setidaknya ada tiga babak; anarkisme yg diwakili periode Nausea, eksistensialis yg diwakil periode L Étre et le Néant, dan marxis yg diwakili periode Critique de la Raison Dialectique (dan khususnya, tulisan posthumous, Notebooks for an Ethics)

"Hell is Other People", kalimat ini sesuai dengan kejujuran linguistik, seharusnya diterjemahkah menjadi "Neraka adalah Orang Lain", penerjemahannya menjadi "Orang lain adalah Neraka" merupakan suatu pengkhianatan linguistik. Dalam aspek ini, penambahan kalimat (kecuali kamu) akan membuat pasase ini nonsensikal. Nah begitulah batas dari kejujuran linguistik, suatu metode translasi yg dapat membatasi kekayaan makna. Destruksi, karenanya, merupakan preseden wajib bagi munculnya makna baru. Destruksi ini diabsahkan oleh penafian Sartre sendiri, pada pernyataan bahwa "Hell is Other People" mewakili posisi etis-ontologisnya. Suatu klaim yg diragukan jika kita hanya menilik korpus Sartrean pada periode Being and Nothingness dan sebelumnya. Hal ini yg akan dibuktikan sekarang.

Menolak pernyataan Heidegger, Sartre menyatakan, bahwa, alih-alih relasi interpersonal dalam being-in-the-world adalah Mittsein, relasi interpersonal dicirikan (atau bahkan didirikan) oleh konflik (suatu konsekuensi logis dari definisi Sartre atas kesadaran sbg Nothingness). Selain kita menemukan, dalam bentuk sastrawinya di Nausea (tentang bagaimana Roquentin menghayati relasinya dengan orang lain) kita menemukan, dalam Being and Nothingness (dalam bentuk filosofisnya) validasi konseptual-filosofis dari "Orang lain adalah neraka" ingat dengan paragraf ini?:

"Aku duduk di kursi sendiri . . . . . ." Ini adalah konsep Sartrean, The Look, dimana ia menerangkan bagaimana lahirnya aspek dari diri kita yg ia sebut "Being-for-Others" kemudian dalam contoh seseorang yg sedang mengintip melalui lubang kunci. Yang paling jelas, Sartre memberikan satu bab khusus untuk membahas relasi ini (concrete Relation with others). Dengan fakta ini, Sartre di suga sana tentu terdiam sejenak, sebelum dia akan mengucapkan, "Anoo, sumimasen-desu, dakedoooo..." Nah, inilah yg dimaksud sebelumnya. Suatu konsekuensi dari perkembangan filosofis, atau mungkin, balikkan Heideggerian Sartre (memeluk Mittsein)

Sebelum itu, kita harus memberi justifikasi atas penerjemahan kedua (Orang Lain adalah Neraka) nah, singkatnya Huis Clos (No Exit) adalah suatu sandiwara yg ditulis sartre atas permintaan tiga temannya, ..... Sandiwara dengan tokoh Garcin, Inez dan Estelle ini bertempat di Neraka, ya, Huis Clos ingin memberikan makna baru bagi neraka, alih-alih tempat penyiksaan dengan semua yg kita temui dalam korpus eskatologis secara umum, atau sebagaimana secara ilustratif digambarkan dalam komik fenomenal waktu ituz Siksa Kubur, Neraka bukanlah semua itu, Neraka itu adalah orang lain. Adalah bagaimana Garcin Inez dan Estelle berinteraksi, adalah cerminaan bagaimana manusia, secara umum, saling mengeksploitasi, berupaya mendominasi, saling bersaing dalam neraka dunia: KAPITALISME. Ini, adalah bagaimana sy memahami zeitgeist dari Being and Nothingness, alih-alih menyebutnya sebagai manifestasi Eksistensialisme Sartre, tidak lain ini adalah upaya filosofis Sartre untuk menggambarkan relasi manusia dalam kapitalisme.

Pada periode terakhir di mana Sartre merengkuh mittsein sebagai penciri dan pendiri relasi interpersonal, kita dapat menjustifikasi penambahan kalimat 'kecuali kamu, iya kamu'. Sebelumnya, kita telah memberi keabsahan pada pasase Orang Lain adalah Neraka, singkatnya, meskipun di satu sisi mengkhianati kejujuran linguistik, di sisi lain, justru ia konsisten dengan sejarah zeitgeist korpus Sartrean, dan juga merupakan konsekuensi eksistensialis dari pemikiran Sartre pada tahap paling akhir. Jika "Neraka adalah orang Lain" merupakan suatu frase yg mencoba mendekonstruksi makna neraka sebagaimana dipahami pada umumnya, "Orang Lain adalah Neraka" adalah penerapannya pada setting non-fiksi, pada level manusia pre-eskatologis; persisnya, "Orang Lain adalah Neraka" merupakan upaya penggambaran manusia pada level fenomenologis kita secara umum (kita sedang tidak tinggal di neraka, kita tinggal di dunia; dan apabila di dunia ini ada yg bisa disebut neraka, maka adalah orang lain). Jika penerjemahan pertama merupakan upaya menjelaskan definisi neraka, penerjemahan kedua merupakan upaya menjelaskan manusia, orang lain, les autres. Tentu saja, pemahaman semacam ini akan dianggap irelevan bagi kalangan analitik khususnya dalam aksioma identitas; A=A. (Orang Lain = Neraka) akan sama dengan (Neraka = Orang Lain). Yup, kita akan memahami perbedaan subtil ini dalam kerangka intuitif, bukan logis.

Terakhir, satu hal yg membedakan Sartre, dan para eksistensialis secara umum, adalah deskripsi fenomenologis dari teori mereka yg ndakik dan njlimet. Kita akan membahas bagaimana frase 'kecuali kamu' menjadi suatu dekonstruksi sekaligus deskripsi 'holistis' atas konsepsi Sartre mengenai cinta. Laiknya kalimat tahlil yg dimulai dengan menafikan (Tidak Ada Tuhan) kemudian diakhiri dengan afirmasi (Kecuali Allah), laiknya suatu dialektika yg berawal dari tesis kemudian antitesis, laiknya Zarathustra yg naik ke gunung kemudian turun untuk mengabarkan kematian Tuhan, laiknya Syekh Lemah Abang yg menuju ekstasi dan kembali dengan pengakuan bahwa 'Tuhan adalah Aku, Aku adalah Tuhan'. Penambahan frase ini merupakan apa yg disebut Sartre sebagai konversi, apa yg didapat setelah refleksi murni.

Tulisan ini dibuat di tengah-tengah perjalanan kondanhan sehingga tidak memiliki referensi yg jelas, karenanya, sumimasen-desu. Dan satu hal lagi, orang lain adalah neraka, kecuali kamu. Ya, ribuan notifikasi yg masuk di hapekuuu, hmmm, sungguh menyiksakuuuuu, aku hanya perlu satu notifikasi pesan dari kamu untuk merubah siksaan ini menjadi suatu kebahagiaan. Kamu yg di sana, aku rindu kamuu, hehe. Itu merupakan salah satu deskripsi fenomenologis dari konsep ini. Yup, demikian posting hari ini. Semoga kita semua bahagia Kamerad!!!

(A)dmin
Tunas Gibin

Camera360 versi terbaru 2023-2024
15/11/2023

Camera360 versi terbaru 2023-2024

Address

Wamena

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Karya anak gunung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category